Racikan sop ceker yang ditawarkan sebuah warung di Jogja ini terbilang unik. Pemiliknya menambahkan air zam-zam ke dalam racikan sop sebagai bentuk ikhtiar!
Selain berdoa, para pemilik usaha kuliner juga kerap melakukan ikhtiar. Ikhtiar dilakukan sebagai bentuk usaha dan tanggung jawab yang akan membantu mendatangkan pembeli hingga membangun hubungan baik dengan pelanggan.
Bentuk ikhtiar yang dilakukan setiap pemilik usaha kuliner mungkin berbeda-beda. Ada yang fokus menjaga kualitas makanan, meningkatkan pelayanan, atau gencar melakukan promosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, bentuk ikhtiar yang dilakukan sebuah warung sop di Jogja ini menarik perhatian. Dilansir dari unggahan Threads @kanalumkm.id dan video @jogjataste (18/07/2026), pemilik warung Sop Ceker Padhan Atine Yogyakarta, Agus, memiliki tradisi unik ketika ia berjualan sop.
Selain mempertahankan kualitas rasa makanan, serta meningkatkan pelayanan, pemilik warung sop di Jalan Taman Siswa ini juga mencampurkan sedikit air zam-zam ke dalam racikan kuah supnya.
Agus rutin mencampurkan air zam-zam sekitar dua gelas besar ke dalam dandang berisi kuah sop. Air zam-zam juga biasanya ditambah ke dalam sejumlah minuman yang disajikan kepada pelanggan.
Agus kerap menambahkan air zam zam ke dalam kuah sup nya. Foto: Instagram @jogjataste |
Ide penambahan air zam-zam ini bermula dari kebiasaan Agus mengonsumsinya setiap pagi. Dari kebiasaan tersebut, akhirnya diterapkan pada menu sop ayam yang ditawarkan ke pembeli.
Air zam zam sendiri merupakan air suci yang berasal dari sumur Zamzam di kawasan Masjidil Haram, Mekah. Dikenal sebagai air terbaik di bumi bagi umat Islam, banyak yang mongsumsinya karena dipercaya dapat membawa berkah dan berbagai manfaat.
"Kuahnya dan air minumnya saya kasih air zam-zam setiap hari mba," ujar Agus.
Tidak semata-mata mencari keunikan, Agus juga punya misi yang mulia. Penambahan air zam-zam ditujukkan sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar pembeli mendapat keberkahan.
"Biar nanti orang yang makan di tempat saja itu minimal juga bisa merasakan barokahnya," jelas pemilik warung sup ini.
Dalam video, Agus menjelaskan jika pelanggan yang datang setiap hari Rabu dan menghabiskan total belanja Rp50.000, maka akan diberi souvenir air zam-zam.
Sedangkan pelanggan yang mampir di hari Jumat dan menghabiskan Rp50.000 akan diberi souvenir sup untuk dibawa pulang. Supnya juga bisa pilih sendiri mau sup ceker, sup ayam, sup kepala, atau sup rempela ati.
"Kalau yang setiap hari Jumat nanti setiap yang belanja Rp 50.000 pulangnya akan saya bawain sup dari saya. Boleh milih," lanjutnya dalam video.
Selain kisah dan penambahan air zam-zam, racikan sup di warung yang beroperasi sejak tahun 2003 ini memang dikenal nikmat.
Di waktu tertentu ia juga akan memberikan air zam-zam gratis ke pekanggan. Foto: Instagram @jogjataste |
Menu utamanya fokus pada beberapa variasi sop, mulai dari sop ceker, ayam kampung, daging sapi, dada, paha, daging ayam, sayap, dan kepala. Harganya dibanderol mulai dari Rp11.500 per mangkuk.
Tak hanya itu, warung ini juga menawarkan menu goreng, seperti dada atau paha ayam kampung goreng, ceker goreng, sayap goreng, hingga rempela ati goreng yang dibanderol mulai dari Rp3.000.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN