Seorang pria berhasil menurunkan berat badan dan mengungkap triknya. Ia memangkas 34 kilogram berat badan sambil tetap bisa makan enak.
Banyak orang mengira menurunkan berat badan berarti harus mengucapkan selamat tinggal pada makanan favorit. Tak sedikit pula yang memilih tidak makan di restoran langganan demi menjaga pola makan.
Faktanya, kesuksesan diet justru sering kali berawal dari perubahan kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten. Salah satunya kisah pria ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari WeirdKaya, (16/7/2026), Jordan Chia mengungkap dirinya turun berat badan 34 kilogram. Selama diet, ia tidak benar-benar meninggalkan kebiasaan makan di warung mamak.
Seorang pria berhasil menurunkan berat badan hingga 34 kilogram sambil tetap makan enak. Foto: Weird Kaya |
Warung Mamak sendiri merupakan tempat makan populer di Malaysia yang dikelola oleh imigran Tamil. Adapun menu-menu makanan yang ditawarkan seperti roti canai, teh tarik, hingga mie goreng.
Jordan mengaku berat badannya pernah mencapai 130 kilogram. Saat itu, ia menyadari kondisi fisiknya mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika ia kesulitan bernapas hanya karena membungkuk untuk mengambil sebuah wajan yang terjatuh saat bekerja. Namun Jordan tidak ingin menjalani diet ekstrem yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Sebelumnya, menu favorit Jordan adalah mi goreng porsi besar, roti telur, dan segelas Milo es kental. Ia kemudian mengganti kebiasaan tersebut dengan pilihan yang lebih ramah kalori.
Salah satu menu andalannya tosai atau dosa yang disantap bersama kuah dhal. Menurutnya, hidangan ini mengandung lebih banyak protein, menggunakan minyak lebih sedikit dibanding roti canai, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Triknya adalah dengan mengganti menu makanan saat makan di Warung Mamak. Foto: Weird Kaya |
Ia juga selalu meminta agar makanannya dimasak dengan minyak lebih sedikit. Untuk memenuhi kebutuhan protein, Jordan sering memesan ayam tandoori, terutama bagian dada ayam.
Menu tersebut dinilai lebih rendah lemak sekaligus membantu mempertahankan massa otot selama proses penurunan berat badan. Tak hanya makanan, ia juga mengubah pilihan minuman.
Jika dulu terbiasa menikmati Milo es atau teh tarik yang tinggi gula, kini Jordan lebih memilih Teh O ais kosong, yaitu teh tanpa gula. Menurutnya, banyak orang tidak menyadari bahwa minuman manis dapat menyumbang kalori dalam jumlah besar yang berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Jordan mengatakan, kesalahan terbesar yang dulu ia lakukan adalah menganggap makan di warung mamak sebagai penyebab kenaikan berat badan. Setelah mempelajari pola makannya, ia menyadari bahwa masalah sebenarnya bukan terletak pada tempat makan, melainkan pilihan menu yang dipesan.
"Tantangan terbesarnya adalah bagaimana kamu dapat beradaptasi dengan cepat ketika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana," ujarnya.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN