Seorang mantan narapidana di Singapura membuka gerai nasi campur bergaya prasmanan dengan harga terjangkau. Tujuannya ternyata untuk membantu sesama.
Melalui gerai bernama R&B Cai Fan di Woodlands, pelanggan cukup membayar SGD 7 (Rp97.000) untuk mengambil aneka lauk sepuasnya dalam satu piring, tanpa batas jenis maupun jumlah makanan. Satu-satunya aturan yang diterapkan adalah pelanggan tidak diperbolehkan mengambil kembali (refill).
Dilansir dari AsiaOne (15/07/2026), pemilik gerai bernama Royce Lee mengaku mulai belajar memasak saat menjalani hukuman di penjara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria 53 tahun itu sempat bergabung dengan kelompok rahasia sejak usia 14 tahun, kemudian terjerat penyalahgunaan narkoba hingga dua kali dipenjara karena kasus perdagangan narkotika.
Mantan Napi Buka Warung Prasmanan, Pelanggan Boleh Ambil Lauk Sepuasnya! Foto: Site News |
Selama berada di penjara, Lee ditempatkan di dapur dan belajar memasak hidangan Barat (Western). Ia mengaku mendapat dukungan penuh dari sang ibu yang rutin mengirimkan buku masak dan resep untuk dipelajari.
Setelah bebas dari penjara pada 2017, Lee membuka restoran sendiri. Namun, usahanya terpaksa tutup akibat kendala keuangan.
Ia kemudian bekerja sebagai juru masak di MBox Mahota Market dan bertemu Benson Tong, yang kini menjadi rekan bisnisnya.
Pada Januari 2026, Tong mengajak Lee membuka gerai makanan Barat di kawasan Woodlands. Ketika lapak nasi campur di lokasi tersebut kosong, keduanya memutuskan mengambil alih tempat itu dan mendirikan R&B Cai Fan yang resmi beroperasi sejak 15 Juni 2026.
Mantan Napi Buka Warung Prasmanan, Pelanggan Boleh Ambil Lauk Sepuasnya! Foto: Site News |
Lee mengatakan salah satu alasan membuka gerai tersebut adalah bentuk rasa syukur kepada orang-orang yang memberinya kesempatan memulai hidup baru setelah keluar dari penjara. Ia berharap warung nasi ini bisa membantu orang-orang agar bisa makan murah.
"Saya bersyukur setelah bebas dari penjara, banyak orang tidak menghakimi saya dan justru memberi kesempatan yang sangat berarti. Ini menjadi cara saya untuk membalas kebaikan mereka," ujar Lee.
Harga prasmanan SGD 7 sempat memicu pertanyaan banyak orang. Menurut Tong, tidak sedikit yang bercanda dan mempertanyakan bagaimana usaha warung nasi rames itu bisa bertahan dengan harga semurah itu.
Tong menjelaskan harga tersebut dapat diterapkan karena hubungan baik dengan para pemasok yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.
Berkat pembelian dalam jumlah besar, mereka memperoleh harga daging dan seafood sekitar 30 persen lebih murah dibanding harga pasar.
Saat ini gerai tersebut melayani sekitar 90 pelanggan setiap jam makan siang. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, pada malam hari tempat itu diubah menjadi restoran Korean barbecue dan steamboat.
Keuntungan dari layanan makan malam digunakan untuk menopang operasional gerai nasi campur pada siang hari. Ke depannya, Lee dan Tong berencana membuka cabang baru di kawasan industri lain serta mempertimbangkan gerai bersertifikat halal agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN