Minuman soda tidak dianjurkan untuk dikonsumsi berlebihan. Namun, bagi wanita ini, soda justru dilaporkan membantu melarutkan massa makanan yang menggumpal di dalam lambung.
Kasus tidak biasa ini dialami seorang wanita lanjut usia di Massachusetts, Amerika Serikat, yang memiliki bezoar (gumpalan) berukuran besar di perutnya.
Dilansir dari Oddity Central (10/07/2026), kasus tersebut dilaporkan oleh tim dokter dalam New England Journal of Medicine. Pasien awalnya datang untuk memeriksakan diri setelah merasakan nyeri seperti terbakar di bagian atas perut dan sisi kanan tubuhnya selama sekitar satu bulan. Ia sempat mencoba dua obat-obatan dari apotik untuk mengatasi refluks asam lambung, tetapi keluhannya tidak membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita itu diketahui memiliki riwayat diabetes tipe 2 dan obesitas. Ia juga mengonsumsi semaglutide, obat sejenis Ozempic yang termasuk dalam golongan GLP-1 receptor agonist.
Ilustrasi sakit perut Foto: Getty Images/seb_ra |
Dalam satu tahun terakhir, berat badannya turun sekitar 18 kilogram. Namun, penurunan berat badan tersebut semakin cepat dalam satu bulan terakhir, sehingga dokter mulai mencurigai adanya masalah pada sistem pencernaannya.
Obat golongan GLP-1 receptor agonist diketahui dapat memperlambat pengosongan lambung. Kondisi ini membuat makanan lebih lama berada di perut dan dalam beberapa kasus dapat menggumpal menjadi massa yang disebut gastric bezoar.
Setelah melakukan endoskopi, dokter memastikan bahwa terdapat massa yang besar di lambung pasien. Penggunaan obat penurun berat badan itu pun segera dihentikan.
Pada sebagian kasus, bezoar perlu diangkat melalui operasi. Namun, dokter biasanya lebih dulu mencoba melarutkannya saat gumpalan tersebut masih berada di lambung.
Ilustrasi minum minuman bersoda. Foto: iStock |
Dalam laporan itu, dokter menyebut pemberian minuman bersoda seperti cola dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan.
"Dari bukti yang dikumpulkan, sebagian besar dari rangkaian kasus dan pengalaman anekdotal, pemberian 3 liter munuman bersoda disarankan, baik diminum langsung maupun melalui selang nasogastrik, dalam waktu 12 jam," tulis para dokter.
Karena pasien memiliki riwayat diabetes, ia diberi Diet Coke. Namun, karena tidak menyukai minuman bersoda, jumlahnya dikurangi menjadi 1,5 liter per hari.
Pada hari kedua, pasien merasakan sensasi seperti tertarik di perut, lalu mual dan rasa tidak nyamannya hilang. Endoskopi lanjutan memastikan bezoar tersebut telah larut. Sehingga dalam kasus ini, minuman bersoda justru membantu menyembuhkan masalah kesehatan bukan sebaliknya.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN