7 Daging Ekstrem yang Dimakan di Dunia, Ada Kanguru hingga Beruang Hitam

7 Daging Ekstrem yang Dimakan di Dunia, Ada Kanguru hingga Beruang Hitam

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 10 Jul 2026 18:30 WIB
7 Daging Ekstrem yang Dimakan di Dunia, Ada Kanguru hingga Beruang Hitam
Foto: Getty Images/Pavliha
Jakarta -

Bukan ayam atau sapi, beberapa daging ekstrem nan eksotik juga dikonsumsi di dunia. Mulai dari kanguru hingga beruang hitam. Berani coba?

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, sumber protein hewani umumnya berasal dari ayam, sapi, kambing, atau ikan. Namun di berbagai negara, ada sejumlah satwa liar dan hewan yang tidak biasa justru diolah menjadi hidangan khas yang telah dikonsumsi secara turun-temurun.

Mulai dari buaya, kanguru, marmut, hingga kelelawar, masing-masing memiliki cita rasa dan cara pengolahan yang berbeda sesuai budaya setempat. Meski terdengar ekstrem bagi sebagian orang, konsumsi daging eksotis ini masih menjadi bagian dari tradisi kuliner di beberapa wilayah dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik keunikannya, konsumsi beberapa jenis daging tersebut menyimpan potensi risiko kesehatan. Sebagian dapat membawa parasit, sementara lainnya berisiko menularkan penyakit zoonosis apabila tidak ditangani dan dimasak dengan benar.

Berikut 7 daging ekstrem yang dikonsumsi di dunia dilansir dari Taste Atlas (9/7/2026):

7 Daging Ekstrem yang Dimakan di Dunia, Ada Kanguru hingga Beruang HitamDaging landak ternyata dikonsumsi di beberapa negara, namun ada risiko penyakit yang bisa ditularkan akibat konsumsinya. Foto: Getty Images/Pavliha

1. Landak

Daging landak dikonsumsi di sejumlah negara Asia dan Afrika, seperti Vietnam, Ghana, serta Amerika Serikat dalam lingkup yang terbatas. Tekstur dagingnya disebut-sebut mirip daging babi dengan rasa yang gurih.

ADVERTISEMENT

Namun, perlu diingat daging landak tidak sepenuhnya aman dikonsumsi. Bahkan daging heewan ini dilabeli zoonotic disease risk, yang berarti berpotensi membawa penyakit yang dapat menular ke manusia jika tidak ditangani secara higienis.

2. Buaya

Daging buaya cukup populer di Australia, Thailand, hingga beberapa negara Afrika. Rasanya sering dibandingkan dengan perpaduan ayam dan ikan, sementara teksturnya cenderung kenyal.

Walaupun dianggap sebagai daging eksotis yang kaya protein dan rendah lemak, buaya juga memiliki potensi membawa penyakit zoonosis apabila tidak dimasak hingga matang sempurna.

3. Iguana

Di kawasan Karibia, Amerika Tengah, hingga beberapa negara Amerika Selatan, iguana telah lama menjadi bahan pangan tradisional. Dagingnya dikenal lembut sehingga dijuluki sebagai "ayam dari pepohonan".

Iguana yang hidup di alam liar tak sepenuhnya aman dikonsumsi. Hewan ini dilabeli oleh Taste Atlas berpotensi membawa penyakit zoonosis apabila tidak dimasak hingga matang sempurna.

4. Zebra

Berbeda dengan kuda, daging zebra dikonsumsi secara terbatas di beberapa wilayah Afrika Selatan. Dagingnya terkenal rendah lemak dengan rasa yang sedikit manis.

Alih-alih risiko penyakit zoonosis, zebra diberi label parasite risk. Label tersebut berarti berpotensi mengandung parasit apabila proses penyembelihan maupun pengolahannya tidak memenuhi standar keamanan pangan.

5. Kanguru

Australia dikenal sebagai negara yang cukup luas mengonsumsi daging kanguru. Daging ini rendah lemak, tinggi protein, serta kaya zat besi sehingga cukup diminati sebagai alternatif daging merah.

Meski begitu, daging kanguru dilabeli sebagai parasite risk. Sehingga pengolahan yang higienis tetap menjadi syarat utama sebelum dikonsumsi untuk meminimalisir risiko parasit dari daging hewan tersebut.

7 Daging Ekstrem yang Dimakan di Dunia, Ada Kanguru hingga Beruang HitamUlar derik ternyata bisa dikonsumsi, asalkan harus dimasak hingga benar-benar matang. Foto: Getty Images/Pavliha

6. Ular Derik

Daging ular derik cukup dikenal di beberapa wilayah Amerika Serikat dan Meksiko. Rasanya sering dibandingkan dengan ayam atau katak.

Karena berasal dari satwa liar, ular derik memiliki potensi membawa penyakit zoonosis sehingga harus dimasak hingga benar-benar matang.

7. Beruang Hitam

Daging beruang hitam dikonsumsi secara terbatas di Kanada, Amerika Serikat, dan Rusia melalui perburuan legal di wilayah tertentu. Beruang hitam termasuk predator buas di alam, cara berburu yang salah bahkan bisa membahayakan manusia.

Daging beruang hitam diberi label parasite risk oleh Taste Atlas. Salah satu alasan utamanya adalah kemungkinan adanya parasit yang hanya dapat dimatikan melalui pemasakan dengan suhu yang cukup tinggi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Rujak dan Asinan Jadi Salad Terbaik Sedunia Versi Taste Atlas"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads