Niat Tunjukkan Bukti Bayar QRIS, Pembeli Ayam Goreng Malah Dimaki Penjual

Niat Tunjukkan Bukti Bayar QRIS, Pembeli Ayam Goreng Malah Dimaki Penjual

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 07 Jul 2026 15:30 WIB
Ilustrasi penjual ayam gunting kaki lima
Foto: iStock
Jakarta -

Niat menunjukkan bukti pembayaran QRIS, pembeli justru dimaki penjual ayam gunting. Sikap kasar pedagang itu pun ramai dikecam netizen.

Seorang pembeli membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat membeli ayam gunting di sebuah gerai di Malaysia. Ia mengaku mendapat perlakuan kasar dari penjualnya.

Kisah tersebut viral di media sosial dan menuai beragam komentar dari netizen yang menilai sikap penjual bisa membuat pelanggan enggan kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui unggahan di media sosial, wanita tersebut menceritakan bahwa kejadian itu bermula ketika ia membeli ayam gunting dan memilih membayar menggunakan kode QR atau QRIS.

Ilustrasi penjual ayam gunting kaki limaIlustrasi penjual ayam gunting kaki lima Foto: iStock

Setelah memindai kode, mesin pembayaran mengeluarkan bunyi yang menandakan transaksi telah berhasil diterima, seperti yang dikutip dari mStar Online (6/7).

ADVERTISEMENT

Seperti yang biasa dilakukan saat bertransaksi non-tunai, ia hendak menunjukkan bukti pembayaran kepada penjual.

Menurutnya, banyak pedagang biasanya meminta pelanggan memperlihatkan atau bahkan memotret bukti transaksi sebagai konfirmasi.

Namun, sebelum ia sempat menunjukkan layar ponselnya, penjual justru melontarkan ucapan yang dianggap kasar.

"Mesinnya sudah berbunyi kalau pembayaran diterima. Tuli ya?" ujar penjual, seperti diceritakan kembali oleh wanita tersebut dalam unggahannya di Threads.

Ilustrasi penjual ayam gunting kaki limaIlustrasi membayar menggunakan QR. Foto: iStock

Mendengar perkataan itu, wanita tersebut merasa tersinggung. Ia memilih menegur balik penjual karena merasa diperlakukan tidak sopan.

"Aku langsung bilang, 'Kalau kamu tidak punya sopan santun, jangan berdagang. Nanti malah bikin usahamu bangkrut'," ujarnya.

Menurut pengakuannya, setelah mengambil pesanannya dan berjalan meninggalkan gerai, ia masih sempat mendengar penjual membicarakan dirinya kepada rekan kerjanya.

Penjual disebut kembali melontarkan komentar yang membuatnya semakin kesal.

"Temannya bertanya apa yang terjadi, lalu dia menjawab, 'Entah dia yang tuli, malah marah-marah.' Telingaku langsung panas mendengarnya," ungkapnya.

Wanita itu mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diterimanya. Baginya, keramahan merupakan salah satu hal penting dalam usaha kuliner.

Ia bahkan mengatakan bahwa rasa makanan yang biasa saja masih bisa ditoleransi jika pelayanannya baik.

"Kadang makanannya tidak terlalu enak pun orang tetap beli kalau penjualnya ramah. Tapi kalau sudah bersikap kasar, sekali itu saja orang datang. Lebih baik sederhana tapi tetap punya adab," tuturnya.

Ilustrasi penjual ayam gunting kaki limaIlustrasi penjual ayam gunting kaki lima Foto: iStock

Unggahan tersebut kemudian ramai dikomentari netizen. Banyak yang mengaku pernah mengalami pengalaman serupa saat berbelanja makanan.

Mereka menilai pelayanan yang kurang ramah justru dapat membuat pelanggan kapok dan berdampak buruk bagi usaha.

"Kalau melayani pembeli dengan kasar, pelanggan pasti tidak mau kembali," tulis seorang netizen.

"Males banget kalau beli makanan di penjual yang ketus kayak gitu, padahal kita cuma nanya santai kadang mereka suka emosian," tulis netizen lainnya.



(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads