Tinggalkan Gaji Miliaran, Wanita Ini Pilih Selamatkan Bisnis Daging Panggang Milik Keluarga

Tinggalkan Gaji Miliaran, Wanita Ini Pilih Selamatkan Bisnis Daging Panggang Milik Keluarga

Sonia Basoni - detikFood
Minggu, 05 Jul 2026 18:00 WIB
Tinggalkan Gaji Miliaran, Wanita Ini Pilih Selamatkan Bisnis Daging Panggang Milik Keluarga
Foto: Site News
Jakarta -

Seorang perempuan asal Singapura rela meninggalkan pekerjaan dengan gaji enam digit demi menyelamatkan bisnis kuliner keluarga yang tengah menghadapi krisis keuangan. Begini kisahnya.

Keputusan itu diambil oleh wanita bernama Joey Low, yang sebelumnya bekerja sebagai product manager di perusahaan bursa aset kripto OKX. Ia dikabarkan memiliki gaji ratusan ribu SGD atau setara miliaran rupiah.

Dilansir dari CNA dan Mothership (04/07/2026), wanita 30 tahun itu memutuskan untuk menyelamatkan usaha makanan keluarganya, Hup Cheong Roasted Food pada 2024.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesampainya di sana, ia menemukan fakta bahwa bisnis daging panggang yang telah dirintis keluarganya memiliki hutang macet lebih dari SGD 500.000 atau sekitar Rp7 miliar.

Sebagian besar utang tersebut berasal dari pelanggan yang belum melunasi pembayaran. Salah satunya merupakan bisnis bakmi pangsit yang masih memiliki tunggakan hampir SGD 260.000 (Rp3,6 miliar).

ADVERTISEMENT
Tinggalkan Gaji Miliaran, Wanita Ini Pilih Selamatkan Bisnis Daging Panggang Milik KeluargaTinggalkan Gaji Miliaran, Wanita Ini Pilih Selamatkan Bisnis Daging Panggang Milik Keluarga Foto: Site News

Ayah Joey, Tommy Low, mengaku terkejut karena sebelumnya mengira total piutang macet hanya sekitar SGD 200.000 (Rp2,8 miliar).

"Saya benar-benar terkejut. Awalnya saya pikir jumlah piutang yang belum tertagih sekitar SGD 200.000," ujar Tommy Low.

Hup Cheong Roasted Food merupakan kios makanan legendaris di Singapura sejak 1985. Awalnya usaha ini hanya berupa kios kecil yang menjual char siu, roasted pork, bebek panggang, dan ayam panggang. Seiring waktu, bisnis berkembang hingga memiliki pabrik, layanan grosir, dan beberapa gerai.

Namun, pandemi COVID-19 membuat penjualan di gerai pasar turun lebih dari 50%. Di sisi lain, biaya operasional dan tenaga kerja terus meningkat, sementara masa sewa pabrik akan berakhir pada 2027.

Tinggalkan Gaji Miliaran, Wanita Ini Pilih Selamatkan Bisnis Daging Panggang Milik KeluargaTinggalkan Gaji Miliaran, Wanita Ini Pilih Selamatkan Bisnis Daging Panggang Milik Keluarga Foto: Site News

Joey mulai membenahi kondisi keuangan dengan membuat daftar mingguan pelanggan yang masih memiliki tunggakan, menghubungi mereka secara langsung, serta menerapkan sistem pembayaran yang lebih ketat. Upaya tersebut berhasil mengembalikan sekitar SGD 50.000.

Tak berhenti di situ, ia juga meluncurkan merek baru bernama Charrou yang menawarkan aneka daging panggang beku dan makanan siap santap dengan konsep lebih modern untuk menjangkau konsumen muda.

Berbeda dengan bisnis utama, Charrou menerapkan sistem pembayaran di muka agar arus kas tetap sehat.

Tinggalkan Gaji Miliaran, Wanita Ini Pilih Selamatkan Bisnis Daging Panggang Milik KeluargaTinggalkan Gaji Miliaran, Wanita Ini Pilih Selamatkan Bisnis Daging Panggang Milik Keluarga Foto: Site News

"Saya harus memilih antara mengejar karier di dunia korporat atau membantu ayah menjalankan usaha keluarga. Akhirnya saya memilih yang kedua," kata Joey.

Kini, Joey dan ayahnya membagi waktu untuk mengelola Hup Cheong pada hari kerja dan mengembangkan merek Charrou setiap akhir pekan.

Dalam setahun, merek baru tersebut telah mencatatkan pendapatan hingga enam digit dan menjadi harapan baru bagi kelangsungan bisnis kuliner milik keluarga Joey.



(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads