Setelah sebelumnya Maharashtra, India, menerapkan kebijakan air minum gratis di restoran, kini giliran Malaysia yang ingin menerapkan kebijakan tersebut.
Meningkatnya angka obesitas dan penyakit tidak menular di Malaysia mendorong munculnya usulan baru terkait layanan di tempat makan.
Sebuah lembaga kajian kesehatan meminta pemerintah mewajibkan seluruh rumah makan berizin menyediakan air minum putih gratis bagi pelanggan sebagai upaya mengurangi konsumsi minuman manis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari WeirdKaya (03/07/2026), usulan tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer Galen Centre for Health and Social Policy, Azrul Khalib.
Air putih. Foto: engin akyurt/Unsplash |
Menurutnya, restoran, kafe, food court, kedai mamak, gerai makanan cepat saji, hingga rumah makan berizin lainnya seharusnya diwajibkan menyediakan air putih tanpa biaya, baik melalui peraturan perundang-undangan maupun persyaratan perizinan usaha.
"Akses terhadap air minum gratis seharusnya tidak bergantung pada kesediaan atau kemampuan pelanggan membeli air kemasan, minuman manis, maupun minuman panas," ujar Azrul.
Ia menilai langkah tersebut penting mengingat Malaysia tengah menghadapi peningkatan kasus obesitas dan penyakit tidak menular. Menurutnya, air putih harus menjadi pilihan minuman yang paling mudah dijangkau, paling mudah diakses, dan paling terjangkau bagi masyarakat.
Azrul menjelaskan, ketika air putih gratis tidak tersedia atau harganya terlalu mahal, banyak pelanggan akhirnya memilih minuman tinggi gula dan kalori.
Kondisi ini dinilai berisiko bagi kesehatan, terutama pada anak-anak, remaja, keluarga berpenghasilan rendah, serta masyarakat yang sering makan di luar rumah.
Data National Health and Morbidity Survey (NHMS) 2023 menunjukkan 1 dari 5 orang dewasa di Malaysia tidak mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari.
Kedai mamak di Malaysia. Foto: Getty Images/razaklatif |
Survei yang sama juga mencatat satu dari lima orang dewasa hidup dengan diabetes, sementara lebih dari separuh populasi orang dewasa di Malaysia juga mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Azrul juga mencontohkan sejumlah negara yang telah menerapkan kebijakan penyediaan air minum gratis di tempat makan, seperti Spanyol, Inggris, beberapa wilayah Australia, dan India.
"Mewajibkan penyediaan air minum gratis memang tidak akan langsung menyelesaikan masalah penyakit tidak menular. Namun, ini merupakan langkah dasar yang penting. Kebijakan tersebut memberikan pesan yang jelas bahwa air putih adalah pilihan utama, bukan sekadar pelengkap," katanya.
Ia menambahkan, pelanggan seharusnya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk memilih minuman yang paling sehat.
Karena itu, lembaga penelitian di Malaysia, Galen Centre, juga mendorong berbagai kementerian di Malaysia bekerja sama menyusun regulasi yang mengatur kewajiban penyediaan air minum gratis di seluruh tempat makan di Malaysia.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN