Gelombang Panas Eropa Tembus 40 Derajat, Makanan Bisa Matang Tanpa Kompor

Gelombang Panas Eropa Tembus 40 Derajat, Makanan Bisa Matang Tanpa Kompor

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 03 Jul 2026 15:30 WIB
Masak telur di bawah terik matahari.
Foto: Instagram
Jakarta -

Suhu di Eropa tembus 40 derajat Celcius lebih. Netizen pun mencoba memasak telur dan crepes di bawah terik matahari hingga viral di media sosial.

Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa memunculkan fenomena unik di media sosial.

Di tengah suhu yang menembus lebih dari 40 derajat Celsius, banyak orang mencoba memasak makanan hanya dengan memanfaatkan panas matahari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video-video bertema heatwave eggs dan heatwave crepes pun viral di berbagai platform media sosial.

Dalam unggahan tersebut, netizen memperlihatkan telur hingga crepes yang dimasak di atas wajan panas tanpa menggunakan kompor ataupun listrik.

ADVERTISEMENT
Masak telur di bawah terik matahari.Masak telur di bawah terik matahari. Foto: Instagram

Fenomena ini muncul ketika sebagian wilayah Eropa mengalami salah satu gelombang panas terburuk dalam beberapa tahun terakhir, lapor Food NDTV (30/6).

Suhu udara di sejumlah negara bahkan melampaui 40 derajat Celsius, sehingga memengaruhi aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, hingga kesehatan publik.

Video dari Instagram @jamesvorn memperlihatkan seorang pengguna Instagram memasak telur di luar ruangan di Belgia. Saat itu, suhu dilaporkan mencapai 45,2 derajat Celsius.

Telur dipecahkan ke atas wajan yang diletakkan di bawah terik matahari, lalu perlahan mulai matang berkat panas yang tersimpan pada permukaan wajan.

Video lain memperlihatkan minyak goreng yang mulai berbuih saat terkena panas, sementara telur membutuhkan waktu lebih dari satu jam hingga benar-benar matang.

Masak telur di bawah terik matahari.Masak crepes di bawah terik matahari. Foto: Instagram

Aksi tersebut membuat banyak pengguna media sosial penasaran sekaligus takjub melihat tingginya suhu yang terjadi.

Tak hanya telur, seorang warga Paris juga membagikan eksperimennya membuat crepes tanpa bantuan kompor. Videonya diunggah di akun @howtobecomeparisian.

Ia mengaku cukup meletakkan wajan di bawah sinar matahari selama sekitar 30 menit sebelum menuangkan adonan crepes ke dalamnya.

"Crepes gelombang panas yang terkenal. Saat cuaca di Paris sangat panas, kamu bisa memasak tanpa listrik," tulisnya dalam keterangan unggahan.

Video tersebut ramai mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Tak sedikit netizen yang mempertanyakan apakah makanan tersebut benar-benar matang sempurna?

"Tapi itu matang beneran gak sih, dan bisa dimakan dong harusnya?" tulis netizen.

"Bisa jadi ide masak hemat nih, tapi itu matang sempurna gak?," tulis netizen lainnya.

Di balik fenomena viral tersebut, gelombang panas yang melanda Eropa sebenarnya membawa dampak yang jauh lebih serius.

Cuaca ekstrem telah memicu gangguan di berbagai negara, mulai dari meningkatnya risiko kebakaran hutan hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat.

Prancis menjadi salah satu negara yang terdampak paling parah. Otoritas kesehatan setempat melaporkan sekitar 1.000 kematian tambahan dalam sepekan saat gelombang panas mencapai puncaknya.

Sementara itu, suhu tinggi juga memicu kebakaran hutan di Jerman. Di Berlin, polisi bahkan menggunakan meriam air untuk mendinginkan kerumunan warga yang beraktivitas di ruang terbuka.



(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads