Duh! Beli Nasi Goreng Rp 93 Ribu Dapat 'Bonus' Cicak

Duh! Beli Nasi Goreng Rp 93 Ribu Dapat 'Bonus' Cicak

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 02 Jul 2026 17:30 WIB
Cicak di nasi goreng
Foto: Stomps
Jakarta -

Lagi asyik makan nasi goreng di kedai, seorang wanita terkejut karena menemukan cicak mati di dalamnya. Namun, pihak kedai membantah cicak berasal dari gerainya.

Tak ada yang menyangka seporsi nasi goreng yang tampak biasa justru membuat seorang wanita di Singapura trauma. Saat sedang menikmati makanannya, ia mengaku menemukan seekor cicak yang ikut tergoreng di antara nasi.

Pengalaman menjijikkan itu membuat wanita bernama Nana kapok membeli makanan dari gerai Wok Hey, seperti yang dikutip dari STOMPS (1/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tidak mengalami keracunan makanan, ia mengaku kehilangan selera dan tidak ingin lagi menjadi pelanggan restoran tersebut.


Cicak di nasi gorengCicak di nasi goreng Foto: Stomps

Insiden itu terjadi pada 28 Juni 2026. Nana membeli seporsi nasi goreng di gerai Wok Hey, pusat perbelanjaan Tampines 1, seharga Rp93.000.

ADVERTISEMENT

Saat makan, ia terkejut karena menemukan seekor cicak di dalam nasi gorengnya. Foto yang dibagikan memperlihatkan bangkai cicak tergeletak di antara nasi goreng yang sudah dipindahkan ke atas piring

"Saya menemukan seekor cicak yang ikut tergoreng bersama nasi goreng. Saya jadi bertanya-tanya apakah cicak itu jatuh saat proses memasak. Kalau diperhatikan, tubuh cicaknya juga terlihat sangat berminyak," ujar Nana.

Beruntung, ia mengaku tidak mengalami gejala keracunan makanan. Namun, pengalaman tersebut cukup membuatnya jera.

"Saya tidak akan makan di sana lagi. Saya juga tidak akan merekomendasikan keluarga atau teman untuk makan di tempat seperti itu kalau kebersihan makanannya tidak memenuhi standar," katanya.

Tak lama setelah kejadian, Nana menyampaikan keluhan kepada Wok Hey dan juga melaporkannya ke Singapore Food Agency (SFA).

Sebagai respons awal, pihak restoran menawarkan pengembalian uang pembelian makanan beserta dua voucher makan gratis lengkap dengan tambahan menu sebagai permintaan maaf.

Namun, tawaran itu ditolak Nana. Ia hanya meminta uang pembelian makanannya dikembalikan karena sudah tidak ingin membeli makanan di sana lagi.

"Saya meminta uang saya dikembalikan karena sudah tidak ingin makan di sana lagi. Saya juga merasa balasan mereka seperti jawaban template. Menurut saya, karyawan perlu mendapat pelatihan lagi dan gerai harus lebih sering diperiksa agar kebersihannya tetap terjaga," ujarnya.

Meski kecewa, Nana mengaku memahami bahwa bekerja di industri makanan dan minuman bukan pekerjaan yang mudah. Menurutnya, para pegawai kemungkinan harus menjalani jam kerja yang panjang hingga lebih dari 10 jam dalam sehari.

Menanggapi keluhan tersebut, Wok Hey mengatakan telah melakukan penyelidikan internal sehari setelah menerima laporan. Pemeriksaan dilakukan dengan meninjau rekaman CCTV, kondisi gerai, hingga seluruh proses operasional saat makanan disiapkan.

"Berdasarkan hasil investigasi kami sejauh ini, makanan tersebut dimasak dalam kondisi segar dan keluar dari gerai sesuai dengan standar keamanan pangan serta prosedur operasional yang berlaku," kata juru bicara Wok Hey.

Cicak di nasi gorengCicak di nasi goreng Foto: Stomps

Perusahaan juga menyebut vendor pengendalian hama yang bekerja sama dengan mereka telah mengidentifikasi hewan tersebut sebagai cicak rumah. Dari hasil pemeriksaan di gerai Tampines 1, tidak ditemukan tanda-tanda adanya aktivitas cicak.

Sebagai bentuk itikad baik, Wok Hey mengembalikan seluruh uang pembelian Nana pada 29 Juni 2026.

Perusahaan juga meminta informasi tambahan mengenai cara penyimpanan makanan dan waktu makanan dikonsumsi setelah dibawa pulang. Namun hingga kini, informasi tersebut disebut belum diterima.

"Wok Hey menerapkan standar keamanan pangan dan pengendalian kualitas yang ketat di seluruh gerai, termasuk pembersihan rutin serta pengendalian hama oleh penyedia jasa berlisensi."

"Berdasarkan temuan kami saat ini, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa cicak tersebut berasal dari gerai kami. Kami berharap publik menunggu hingga proses peninjauan selesai sebelum mengambil kesimpulan," jelas pihak perusahaan.

Sementara itu, SFA menyatakan telah mengetahui laporan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan. Otoritas keamanan pangan Singapura itu mengatakan akan mengumpulkan bukti tambahan, termasuk meminta keterangan dari pelapor.



(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads