Sebuah restoran China menarik perhatian publik usai mengunggah video proses pembuatan hidangan daging brokoli. Bukannya menggugah selera, video ini justru bikin netizen melongo!
Makanan di restoran seringkali terlihat menggugah selera. Cita rasa yang ditawarkan juga kerap membuat pelanggan ketagihan. Namun, ketika proses pembuatan makanan tersebut diungkap. beberapa pelanggan mungkin akan terkejut karena tidak sesuai ekpektasi. Hal seperti ini yang terjadi di sebuah restoran China di Inggris.
Menurut BroBible, video yang diunggah langsung oleh restoran Full House Kilmarnock menunjukkan dokumentasi setiap langkah proses memasak hidangan daging sapi brokoli. Videonya diawali dengan brokoli direndam dalam wajan berisi minyak panas, kemudian ditambah dengan potongan daging sapi yang sudah dimarinasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu keduanya digoreng bersamaan. Setelah beberapa lama, tambahan daging dimasukkan lagi ke dalam wajan, dioseng, baru ditiriskan.
Brokolinya tidak direbus, melainkan digoreng dalam minyak panas. Foto: TikTok @fullhousekilmarnock |
Minyak di wajan bekas goreng sebelumnya lalu disisihkan. Wajan tersebut kemudian diisi semacam sedikit air dan daging brokoli yang sudah ditiriskan sebelumnya dimasak kembali dalam wajan tersebut. Berbagai macam bumbu lalu ditambahkan, mulai dari garam, MSG, gula, saus tiram, tepung kentang, dark soy sauce, minyak wijen, dan shoxing wine.
Setelah semua bumbu dimasukkan, brokoli dan daging tersebut dioseng sampai matang dan bumbu meresap. Barulah dimasukkan ke dalam wadah kemasan khusus untuk dibawa pulang (takeaway).
Unggahan video tersebut lantas membuat banyak netizen terkejut. Netizen mengira brokoli sapi merupakan hidangan yang dibuat dengan proses memasak lebih sehat tanpa digoreng dengan minyak terlalu banyak. Tidak sedikit juga netizen terkejut karena brokolinya tidak dikukus melainkan digoreng dalam rendaman minyak panas.
MSG hingga beberapa bumbu lain juga dimasukkan untuk menambah cita rasa. Foto: TikTok @fullhousekilmarnock |
Seorang netizen berkomentar, "Aku benar-benar kesal. Siapa sih yang menggoreng brokoli?"
Netizen lain turut meramaikan kolom komentar dengan mengungkap, "Bukan aku saja kan yang mengira hidangan brokoli sapi adalah pilihan lebih sehat?"
"Aku tidak masalah dengan apa pun kecuali menggoreng brokoli? Bukankah biasanya dikukus?" ujar netizen lain.
Ada juga yang baru sadar jika cara menggoreng tersebut justru membuat cita rasa masakannya menjadi sedap. Ia membandingkan dengan brokoli sapi buatan rumah yang rasanya tidak seenak di restoran China takeaway.
"Jadi itu sebabnya versi di rumah rasanya tidak seenak di rumah, karena tidak digoreng lol," ujar netizen tersebut.
Meskipun banyak orang terkejut, chef profesional mencatat bahwa menggoreng sayuran sebentar sebelum ditumis merupakan teknik yang sudah lama digunakan di banyak dapur restoran China.
Dilansir dari operationsports.com (29/6), teknik ini disebut dengan 'passing through oil' yang membantu sayuran mempertahankan warna cerahnya sekaligus mengembangkan tekstur sayuran supaya lebih lembut dan matang merata sebelum dimasak lebih lanjut. Proses ini juga digunakan untuk jenis sayuran lain, seperti buncis, terong, dan paprika.
Namun, bukan berarti setiap hidangan brokoli sapi di setiap restoran dimasak dengan cara seperti ini. Beberapa resep rumahan dan restoran memang kerap merebus atau mengukus brokoli terlebih dahulu sebelum menumisnya bersama daging sapi dan saus, sehingga menghasilkan hidangan lebih ringan dengan lebih sedikit minyak.
Unggahan video tersebut juga memicu diskusi lebih mendalam tentang apakah menggoreng sayuran secara signifikan bisa mengubah nilai gizinya. Namun, menggoreng sayuran bukan berarti mengurangi kandungan gizinya.
Unggahan video pembuatan brokoli daging ini pun menarik perhatian banyak orang. Foto: TikTok @fullhousekilmarnock |
Sayuran biasanya digoreng dalam minyak panas dalam waktu singkat. Menurut situs operationsports.com, cara tersebut mungkin mempertahankan lebih banyak vitamin yang larut dalam air, termasuk vitamin C dan vitamin B daripada sayuran yang direbus dalam waktu lama. Mineral, seperti kalium juga cenderung tidak mudah hilang selama proses penggorengan karena tidak ikut larut seperti dalam air rebusan.
Meskipun demikian, para ahli nutrisi umumnya merekomendasikan untuk mengonsumsi sayuran gorengan hanya sesekali karena bukan tergolong makanan sehat. Sebab, sayuran gorengan tersebut mengandung lemak dan kalori tambahan yang bisa menutup nutrisi aslinya.
(aqr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN