Seorang kurir pengantar makanan merasa difitnah oleh pelanggan yang memesan makanan. Ia merasa sudah menjalankan tugas dengan baik, akhirnya nekat lapor polisi.
Akibat kesalahpahaman, beberapa pengantar makanan dan pelanggannya sering selisih paham bahkan sampai bertengkar. Salah satunya yang baru-baru ini terjadi di Singapura.
Dilansir dari Stomp (26/6/2026), seorang kurir makanan dari aplikasi Foodpanda di Singapura memilih menempuh jalur hukum setelah merasa dirugikan oleh seorang pelanggan. Insiden ini berawal dari pelanggannya yang membatalkan pesanan makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurir bernama Sam itu mengaku menerima sanksi kepatuhan (compliance request) dari platform. Padahal, ia yakin telah mengantarkan makanan sesuai pesanan.
Baca juga: Awalnya Tak Minat, Kini Petani Sigi Panen Cuan Jualan Kopi Berkualitas
Merasa sudah menjalankan tugas dengan baik, seorang pengantar makanan kaget dilaporkan atas pelanggaran. Foto: Asia One |
Kronologinya dimulai dari Sam yang menerima pesanan sekitar pukul 11.45 waktu setempat. Pria berusia 39 tahun itu mengatakan telah meletakkan makanan di titik pengantaran yang telah ditentukan, sebuah kantor di Marina Bay Financial District.
Namun, saat sedang mengantarkan pesanan lain, Sam menerima notifikasi dari Foodpanda. Ia diminta memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran.
Dalam sistem Foodpanda, permintaan kepatuhan semacam ini dapat diberikan apabila terdapat laporan mengenai pengiriman yang bermasalah. Misalnya seperti makanan yang hilang, pengiriman terlalu lama, atau pesanan yang ditandai selesai secara tidak benar.
Sam, yang telah menjadi kurir makanan sejak 2020, langsung mengajukan permohonan investigasi. Keesokan harinya, Foodpanda mengirimkan foto makanan yang diunggah pelanggan sebagai bukti saat membatalkan pesanan.
Baca juga: Antik! 5 Es Krim Tertua di Jakarta yang Masih Bertahan Sejak 1932
Ternyata kesalahpahaman tersebut terjadi pada kekeliruan restoran saat menyiapkan pesanan pelanggan. Foto: Asia One |
Ia kemudian membandingkan foto dari pelanggan dengan dokumentasi bukti pengiriman yang dimilikinya. Sam bahkan kembali mendatangi restoran tempat makanan dipesan untuk meminta konfirmasi kepada staf.
Dari hasil pengecekan tersebut, Sam menyimpulkan bahwa makanan pada foto yang dikirim pelanggan memang sesuai dengan makanan yang disiapkan restoran.
"Saya merasa ini saatnya saya harus membela diri, bukan hanya menutup mata dan membiarkannya berlalu," ujar Sam.
Merasa reputasinya dipertaruhkan, Sam akhirnya membuat laporan ke kepolisian Singapura. Menanggapi kasus ini, juru bicara Foodpanda menyampaikan bahwa perusahaan sudah melakukan peninjauan terhadap pesanan yang dipermasalahkan.
Berdasarkan hasil investigasi internal, kesalahan bukan berasal dari kurir, melainkan terjadi saat proses penyiapan makanan oleh pihak restoran. Setelah benang merah kasus tersebut diketahui, akhirnya sanksi kepatuhan untuk Sam resmi dibatalkan oleh pihak Foodpanda.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN