Tak Patah Semangat, Pria Ini Jual Nasi Lemak Rp 4 Ribuan Pasca Kebakaran

Tak Patah Semangat, Pria Ini Jual Nasi Lemak Rp 4 Ribuan Pasca Kebakaran

Yenny Mustika Sari - detikFood
Rabu, 24 Jun 2026 17:30 WIB
kisah inspiratif penjual nasi lemak Rp 4 ribuan
Foto: New Straits Times / Bernama
Jakarta -

Kisah inspiratif datang dari seorang pria di Malaysia. Ia bangkit dari keterpurukan dengan berjualan nasi lemak seharga Rp 4 ribuan. Begini kisah selengkapnya!

Rasa bahagia dan kesedihan termasuk dalam roda kehidupan. Ini bisa menjadi perjalanan yang penuh pembelajaran.

Dilansir dari Says (23/6/2026), kisah dengan penuh pembelajaran dibagikan oleh seorang pria bernama Adnan Che Kar di Malaysia. Ia mengungkapkan kalau dirinya pernah berada di keterpurukan ketika mengalami musibah rumah kebakaran pada 2021 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alih-alih patah semangat, pria berusia 52 tahun itu memutuskan untuk membangkitkan kehidupannya. Ia memulai semuanya dari nol dan beralih ke usaha mikro dengan membuka warung makan pinggir jalan.

Warung makan itu didirikan oleh Adnan bersama sang istri, Zubaidah Ismail (51) di Jalan Mahmood sejak 2023 lalu. Diketahui kalau makanan yang ditawarkan adalah nasi lemak.

ADVERTISEMENT

Sejak dulu, Adnan dan Zubaidah menjual nasi lemak seharga 1 RM (Rp 4.340) per porsi. Meski harga yang ditawarkan sangat terjangkau, tapi itu berhasil membuatnya bangkit dari keterpurukan.

"Saya mengalami masa sulit setelah rumah saya hancur. Tetapi saya menemukan bahwa ketika kita diuji, kita belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang kita miliki dan terus berjuang untuk mencari nafkah yang jujur," kata Adnan, seperti dikutip dari Says.

Adnan dan Zubaidah berjualan nasi lemak hampir setiap hari, kecuali Sabtu. Mereka menyiapkan 400 bungkus nasi lemak seharga Rp 4 ribuan itu sejak dini hari.

Menu yang ditawarkan juga klasik, berupa ikan teri, seperempat telur rebus, irisan mentimun, dan kacang tanah goreng. Meski sederhana, tapi rasanya lezat dan menjadi favorit banyak orang.

Setiap hari, 400 bungkus nasi lemak itu akan ludes terjual dalam beberapa jam. Biasanya Adnan dan Zubaidah sudah kembali ke rumah sekitar pukul 11 siang.

"Bagi saya, menjual nasi lemak seharga 1 ringgit (Rp 4 ribuan) bukan hanya untuk mencari keuntungan. Saya melihatnya sebagai tindakan beramal (kecil)," kata Adnan.

Pasangan ini juga memenuhi pesanan amal skala besar dari individu yang ingin mendistribusikan makanan kepada jamaah masjid, siswa tahfiz, dan orang-orang yang membutuhkan. Pesanan ini biasanya berkisar antara 350-400 bungkus.



(yms/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads