Cap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di Indonesia

Cap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di Indonesia

Sonia Basoni - detikFood
Selasa, 23 Jun 2026 16:00 WIB
Cap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di Indonesia
Foto: Site Culinary/Archive
Jakarta -

Tak lekang oleh waktu, banyak produk makanan dan minuman legendaris Indonesia yang masih mampu bertahan hingga sekarang. Bahkan ada yang usianya 110 tahun!

Produk tersebut mencakup minuman sarsaparila, jamu tradisional, roti, kecap, permen, hingga sirup buah. Merek-merek ini menjadi saksi perkembangan industri makanan dan minuman di Tanah Air dari masa ke masa.

Tak hanya mempertahankan cita rasa khas, sebagian juga masih menggunakan resep turun-temurun yang diwariskan sejak pertama kali berdiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut enam merek makanan dan minuman tertua di Indonesia yang tetap eksis dan masih bisa dinikmati hingga kini.

ADVERTISEMENT

1. Cap Badak

Cap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di IndonesiaCap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di Indonesia Foto: Site Culinary/Archive

Di antara deretan merek makanan dan minuman legendaris di Indonesia, minuman Badak atau Cap Badak menjadi salah satu yang masih bertahan hingga kini.

Minuman sarsaparila asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, ini diproduksi oleh PT Pabrik Es Siantar yang dirintis pada 1916 oleh ahli kimia asal Swiss, Heinrich Surbeck.

Meski produk Badak baru diperkenalkan pada era 1920-an, namanya kemudian melekat sebagai minuman ikonik di Sumatera Utara. Pada masa jayanya di dekade 1970 hingga 1980-an, perusahaan ini memproduksi berbagai minuman ringan dalam jumlah besar.

Kini, di tengah persaingan industri minuman modern, Cap Badak sarsaparila tetap eksis dan menjadi salah satu merek minuman legendaris tertua di Indonesia.

2. Jamu Jago

Cap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di IndonesiaCap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di Indonesia Foto: Site Culinary/Archive

Didirikan pada 1918 oleh T.K. Suprana, Jamu Jago menjadi salah satu perusahaan jamu tertua di Indonesia yang masih bertahan hingga kini.

Awalnya, produk jamu ini dipasarkan di Wonogiri sebelum meluas ke Solo dan berbagai daerah di Pulau Jawa. Pada 1945, pusat operasional perusahaan dipindahkan ke Semarang dan terus berkembang.

Kini Jamu Jago memproduksi lebih dari 138 jenis jamu yang dibuat sesuai standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Produknya juga telah dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk Singapura, Jepang, dan Kanada.

3. Roti Tan Ek Tjoan

Roti Tan Ek TjoanRoti Tan Ek Tjoan Foto: Roti Tan Ek Tjoan/Facebook Bogor Tempo Doeloe

Masih eksis sampai sekarang, Roti Tan Ek Tjoan menjadi salah satu merek roti tertua di Indonesia yang berhasil bertahan lintas generasi.

Bakery yang lahir di Bogor pada 1920 ini didirikan oleh pasangan Tan Ek Tjoan dan Phia Lin Nio yang mempelajari teknik membuat roti dari orang Belanda yang bermukim di Bogor.

Berawal dari toko sederhana di kawasan Suryakencana, roti tawar dan roti gambangnya menjadi favorit warga Eropa pada masa kolonial. Setelah bisnis diteruskan keluarga, Tan Ek Tjoan berekspansi ke Jakarta dan semakin dikenal lewat pedagang gerobak keliling.

Hingga kini, bakery legendaris tersebut tetap mempertahankan resep turun-temurun tanpa bahan pengawet dan menjadi simbol nostalgia bagi banyak pencinta roti.

4. Kecap Bango

Cap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di IndonesiaCap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di Indonesia Foto: Site Culinary/Archive

Jadi salah satu kecap manis dari Indonesia yang paling populer, siapa sangka kalau Kecap Bango memiliki sejarah panjang yang dimulai pada 1928 di Benteng, Tangerang.

Produk ini dirintis oleh pasangan Tjoa Pit Boen atau Yunus Kartadinata dan Tjoa Eng Nio dari garasi rumah mereka. Nama "Bango" dipilih dengan harapan produk tersebut dapat berkembang luas layaknya burung yang terbang tinggi.

Seiring berjalannya waktu, kecap manis ini semakin dikenal masyarakat dan pada 1992 diakuisisi oleh Unilever. Hingga sekarang, Kecap Bango tetap menjadi salah satu merek kecap populer yang banyak digunakan sebagai pelengkap aneka masakan Nusantara.

5. Ting Ting Jahe

Cap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di IndonesiaCap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di Indonesia Foto: Site Culinary/Archive

Permen Ting Ting Jahe sudah diproduksi sejak 1935 dan dikenal lewat perpaduan rasa manis serta sensasi hangat dari jahe. Produk ini pertama kali dibuat oleh Njoo Tjhay Kwee di Pasuruan, Jawa Timur.

Hingga kini, pembuatannya masih dilanjutkan oleh pabrik kembang gula Sin A sehingga eksistensinya tetap terjaga. Cita rasa khas yang tidak banyak berubah membuat Ting Ting Jahe menjadi salah satu permen tradisional yang masih dicari dan punya banyak penggemar setia.


6. Siroop Tjap Buah Tjampolay

Cap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di IndonesiaCap Badak hingga Roti Tan Ek Tjoan, 6 Produk Kuliner Tertua di Indonesia Foto: Site Culinary/Archive

Cirebon memiliki salah satu sirup legendaris yang masih bertahan hingga kini, yakni Siroop Tjap Buah Tjampolay. Produk ini pertama kali dibuat oleh Tan Tjek Tjiu pada 11 Juli 1936 dengan memanfaatkan buah campolay atau sawo belanda sebagai inspirasi.

Selain rasa pisang susu yang menjadi favorit, tersedia pula varian mangga gedong, jeruk nipis, hingga kopi moka. Sampai sekarnag, desain botol kaca dan label klasiknya masih dipertahankan sehingga jadi ikon yang tak terlupakan dari sirup buah tertua di Indonesia ini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Santai Bareng Keluarga di Rumah Makan dengan Suasana Perkampungan"
[Gambas:Video 20detik] (sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads