Seorang karyawan hampir dipecat gegara makan es krim saat jam kerja. Setelah diinvestigasi, kebiasaannya justru berhasil mengubah aturan kantor.
Dalam dunia kerja, aturan dibuat untuk menjaga ritme dan tanggung jawab setiap orang. Diharapkan karyawan memiliki ambang disiplin yang sama melalui peraturan yang ditetapkan.
Namun bagi sebagian orang, aturan yang kaku justru terkesan mengurung kebebasan karyawan. Seorang Career Coach atau Pelatih Karir mengungkapkan salah satu contoh aturan kaku yang hampir mengancam perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Economic Times (20/6/2026), seorang karyawan bernama Florence sempat terancam dipecat. Hal ini lantaran manajer perusahaan merasa ada yang tak beres dari wanita tersebut.
Seorang wanita ditegur atasannya gegara hal sepele. Foto: Getty Images/PeopleImages |
Karyawan tersebut diketahui sering mengambil waktu singkat di tengah jam kerja. Ternyata jeda waktu tersebut digunakan oleh Florence untuk menikmati es krim sejenak.
Bagi manajernya, kebiasaan itu dianggap tidak sesuai dengan aturan kantor karena karyawan meninggalkan area kerja. Ia dituduh menyalahi aturan disiplin bahkan manajernya berencana memecat Florence.
Sebelum keputusan pemberhentian kerja gegara makan es krim tersebut, departemen Human Resources (HR) yang berwenang mengawasi kedisiplinan karyawan ikut bertindak. Alih-alih dipecat, ia justru diberi pertanyaan.
"Apakah kebiasaan tersebut benar-benar berdampak pada pekerjaan atau hanya sekadar terlihat tidak sesuai dengan ekspektasi atasan?" tulis pertanyaan HR.
Ia yang hampir dipecat gegara makan es krim, justru berhasil mengubah aturan kantornya. Foto: Economic Times |
Setelah diperiksa, ternyata pekerjaan karyawan tersebut tetap berjalan dengan baik. Tugas selesai sesuai target dan tepat waktu, tanggung jawab tetap dilakukan, dan tidak ada dampak negatif yang terlihat terhadap performa tim.
Uniknya, hasil investigasi tersebut justru menyelamatkan Laurence. Malah peraturan perusahaan yang kemudian diubah dan disesuaikan kembali untuk memberikan fleksibilitas pada karyawan.
Fokusnya bukan lagi pada setiap menit yang dihabiskan karyawan di meja kerja. Tetapi pada bagaimana mereka menyelesaikan tanggung jawabnya.
Produktivitas dan hasil kerja menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengawasi setiap aktivitas kecil selama jam kerja. Kini, jeda untuk makan es krim di perusahaan tersebut diwajarkan selayaknya jeda untuk merokok yang kerap dilakukan para pegawai.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN