Mengenal Oblog, Kuliner Betawi yang Dulu Populer Kini Jarang Ada

Kuliner Betawi Autentik

Mengenal Oblog, Kuliner Betawi yang Dulu Populer Kini Jarang Ada

Riska Fitria - detikFood
Rabu, 17 Jun 2026 15:30 WIB
Oblog atau krebek khas Betawi
Foto: Seni Budaya Betawi
Jakarta -

Tak banyak yang mengenal oblog, kuliner khas Betawi yang kini jarang ditemui. Di balik rasanya yang kaya rempah, tersimpan sejarah dan fakta menarik tentang hidangan ini.

Kuliner Betawi tak hanya kerak telor atau soto Betawi yang populer hingga kini. Ada juga oblog, hidangan tradisional yang kini mulai jarang ditemukan.

Oblog atau krebek dahulu cukup dikenal di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Hidangan ini kerap disajikanh dalam acara adat maupun tradisi masyarakat Betawi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik kepopulerannya pada masa lalu, oblog menyimpan sejarah yang menarik. Mulai dari asal-usul namanya hingga perubahan bahan utama yang digunakan.

Dikutip dari senibudayabetawi.com (26/7/23) berikut fakta menarik oblog:

1. Nama Oblog Berasal dari Bunyi saat Memasak

Oblog atau krebek khas BetawiOblog atau krebek khas Betawi Foto: Seni Budaya Betawi

Oblog juga dikenal dengan sebutan krebek. Kuliner Betawi ini dahulu cukup populer di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

ADVERTISEMENT

Nama oblog diyakini berasal dari bunyi yang muncul saat proses memasak. Suara tersebut terdengar ketika masakan direbus dalam wadah yang ditutup rapat.

Bunyi "blok-blok-blok" dari air mendidih kemudian ditiru menjadi nama oblog. Istilah ini menjadi ciri khas yang membedakannya dari hidangan Betawi lain.

2. Diduga Hasil Akulturasi Berbagai Budaya

Oblog disebut sebagai kuliner hasil percampuran budaya yang berkembang di Batavia. Pengaruh Melayu, Cina, Arab, dan India diduga hadir dalam hidangan ini.

Hal itu terlihat dari penggunaan aneka rempah yang cukup dominan. Sekilas tampilannya juga menyerupai hidangan kari.

Perpaduan budaya tersebut membuat cita rasa oblog begitu kaya. Rasanya memadukan gurih, pedas, asam, dan asin dalam satu sajian.


3. Dari Ayam Kampung Beralih ke Bebek Manila

Pada awal kemunculannya, oblog dibuat menggunakan ayam kampung. Bahan ini menjadi pilihan utama masyarakat Betawi saat itu.

Memasuki era 1960-1970-an, ayam kampung mulai sulit diperoleh. Masyarakat kemudian mencari alternatif bahan yang lebih mudah didapat.

Pilihan akhirnya jatuh pada bebek menila yang ternyata menghasilkan rasa lebih nikmat. Sejak saat itu, oblog bebek semakin dikenal di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Halaman 2 dari 2
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads