Laga sepak bola Belanda vs Jepang di Piala Dunia 2026 jadi sorotan. Di balik laga ini, ada cerita menarik soal kuliner kedua negara tersebut yang ternyata memengaruhi kuliner Indonesia.
Pertandingan antara Belanda dan Jepang di Piala Dunia 2026 bukan hanya mempertemukan dua negara dengan tim sepak bola yang kuat, tetapi juga dua budaya yang pernah meninggalkan pengaruh di Indonesia.
Kedua negara memiliki hubungan sejarah panjang dengan Nusantara yang ikut membentuk kehidupan masyarakat, termasuk budaya kuliner. Menariknya, jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan dalam hidangan sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa makanan Indonesia memiliki kemiripan dengan kuliner Belanda maupun Jepang. Baik dari teknik memasak, penggunaan bahan, hingga bentuk penyajiannya.
Berikut ini 6 makanan Indonesia yang mirip kuliner Belanda dan Jepang:
Kroket yang poouler di Indonesia sebenarnya dipengaruhi oleh makanan Belanda. Foto: Getty Images/LauriPatterson |
1. Kroket
Salah satu makanan Indonesia yang memiliki hubungan erat dengan Belanda adalah kroket. Di Belanda, kroket dikenal sebagai camilan berbentuk lonjong berisi ragout daging yang dilapisi tepung roti lalu digoreng.
Ketika dikenal di Indonesia pada masa kolonial, kroket mengalami penyesuaian dengan selera lokal. Masyarakat Indonesia mengolahnya menggunakan bahan yang lebih mudah ditemukan seperti kentang, ayam, wortel, dan bumbu rempah.
2. Semur
Selain kroket, semur juga menjadi salah satu makanan yang mendapat pengaruh kuliner Belanda. Hidangan ini memiliki kemiripan dengan teknik memasak daging rebus khas Eropa seperti stoofvlees, yaitu daging yang dimasak lama hingga empuk.
Namun, masyarakat Indonesia memberikan karakter berbeda melalui penggunaan kecap manis, bawang merah, pala, cengkih, dan rempah Nusantara. Hasilnya adalah semur dengan rasa manis-gurih yang kini menjadi makanan rumahan populer di berbagai daerah.
3. Roti
Pengaruh lain terlihat pada roti. Konsumsi roti di Indonesia merupakan budaya kuliner yang dipengaruhi oleh kedatangan orang Eropa ke Nusantara pada era kolonial.
Salah satu yang paling mirip dengan roti Eropa klasik ialah roti buaya khas Betawi. Hal ini tergambar dari teksturnya yang padat dan tidak banyak isian atau variasi rasa. Terlepas dari bentuk dan makna penyajiannya, roti buaya menjadi salah satu jejak kuliner Belanda di Indonesia.
4. Tempura/Kakiage
Di Jepang ada gorengan populer yang disebut sebagai tempura. Indonesia juga punya beragam varian gorengan. Mulai dari sayur-sayuran hingga sekadar olahan aci dan rempah seperti cireng.
Kakiage dan bakwan sayur dari Indonesia, sedikit banyak memiliki kemiripan. Keduanya sama-sama menggoreng potongan sayuran dengan tepung untuk membuat bagian luarnya renyah tetapi tetap empuk di bagian dalamnya.
Kamaboko merupakan olahan daging ikan yang kenyal serupa dengan pempek. Foto: Istimewa |
5. Kamaboko
Makanan lain yang memiliki kemiripan antara Indonesia dengan Jepang adalah pempek dan kamaboko. Hidangan khas Palembang ini menggunakan ikan giling yang dicampur tepung sagu hingga menghasilkan tekstur kenyal.
Perbedaan utamanya terletak pada penyajian. Pempek biasanya disajikan dengan kuah cuko yang asam, manis, dan pedas, sedangkan kamaboko lebih sering menjadi pendamping dalam berbagai hidangan Jepang seperti sup atau mi.
6. Kue Cubit
Ada pula kue cubit yang memiliki kemiripan dengan jajanan manis Jepang seperti dorayaki. Keduanya menggunakan adonan tepung, telur, dan gula yang menghasilkan tekstur lembut.
Jika dorayaki terkenal dengan isian pasta kacang merah, kue cubit Indonesia berkembang dengan berbagai topping modern seperti cokelat, keju, dan meses. Kedua kudapan ini populer sebagai camilan untuk berbagai usia.
Simak Video "Imbang Lawan Filipina 1-1, Indonesia Juru Kunci Grup F"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN