Di tengah menjamurnya restoran dan kafe modern, sejumlah tempat makan legendaris di Indonesia tetap mampu bertahan melintasi zaman. Ini daftarnya!
Banyak tempat makan legendaris di Tanah Air sudah beroperasi lebih dari satu abad dan masih mempertahankan cita rasa khas yang membuat pelanggan setia terus datang.
Tak hanya menawarkan makanan dan minuman lezat, restoran-restoran ini juga menjadi saksi perjalanan sejarah kuliner Indonesia dari masa kolonial hingga era modern.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai dari kedai kopi tua di Jakarta, restoran Hakka legendaris, hingga toko es krim yang masih menggunakan resep turun-temurun, berikut lima restoran tertua di Indonesia yang masih beroperasi dan layak masuk daftar kunjungan para pencinta kuliner.
1. Warung Tinggi Tek Sun Ho (1878)
Sejarah Warung Tinggi Tek Sun Ho, Kedai Kopi di Jakarta Sejak Abad 19 Foto: Istimewa |
Warung Tinggi Tek Sun Ho menjadi salah satu tempat makan tertua yang masih bertahan di Indonesia. Kedai kopi ini berdiri sejak 1878 di kawasan Jalan Molenvliet Oost yang kini dikenal sebagai Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Didirikan oleh Liaw Tek Soen, kedai ini awalnya menjadi tempat berkumpul para penikmat kopi di Batavia.
Daya tarik utamanya terletak pada racikan kopi tradisional yang diwariskan lintas generasi. Dua menu paling terkenal adalah kopi jantan dan kopi betina.
Seiring perkembangan zaman, namanya berubah menjadi Koffie Warung Tinggi dan kini menawarkan sekitar 200 jenis racikan kopi. Meski sudah berusia hampir satu setengah abad, eksistensinya tetap terjaga sebagai ikon kopi legendaris Jakarta.
2. Toko Oen (1910)
Toko Oen Foto: Dokumentasi Toko Oen/Istimewa |
Nama Toko Oen identik dengan es krim klasik dan suasana nostalgia. Kedai es krim ini pertama kali dibuka pada 1910 dan sempat memiliki cabang di Jakarta, Yogyakarta, Semarang, serta Malang. Kini cabang yang masih bertahan berada di Semarang dan Malang.
Toko Oen terkenal mempertahankan resep es krim warisan keluarga Oen yang telah digunakan selama puluhan tahun. Menu favoritnya antara lain tutti frutti, peach melba, banana split, domino, dan sonny boy.
Selain es krim, tersedia pula aneka hidangan Indonesia dan Eropa seperti bistik sapi, nasi goreng spesial, hingga pasta. Suasana klasiknya membuat pengunjung seolah kembali ke masa lampau.
3. Braga Permai (1918)
Nostalgia di Braga Permai, Restoran dari Era Kolonial Berusia 106 Tahun Foto: Braga Permai/Archive |
Berdiri sejak 1918, Braga Permai menjadi salah satu restoran bersejarah yang paling terkenal di Bandung. Dulunya restoran ini bernama Maison Bogerijen dan menjadi tempat favorit kalangan elite pada masa kolonial Belanda.
Berlokasi di Jalan Braga Nomor 58, bangunannya kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Selain suasana klasik yang masih dipertahankan, restoran ini juga dikenal dengan sajian pastry, kue-kue khas Belanda, hingga es krim dengan berbagai varian rasa.
Hingga kini, Braga Permai masih menjadi tujuan wisata kuliner favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati nuansa Bandung tempo dulu.
4. Wong Fu Kie (1925)
Wong Fu Kie, Restoran Hakka Legendaris di Jakarta Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari |
Wong Fu Kie merupakan restoran China legendaris yang berdiri sejak 1925 di kawasan Roa Malaka, Jakarta Barat. Restoran ini dikenal menyajikan masakan Hakka autentik yang resepnya tetap dipertahankan hingga generasi ketiga.
Nama Wong Fu Kie diambil dari pendirinya, Oeij Phoe Kie. Ciri khas masakannya adalah rasa gurih dengan sentuhan manis yang seimbang.
Bahan seperti bawang putih, arak, tape ketan merah, dan tepung sagu menjadi elemen penting dalam berbagai hidangannya. Meski sudah berusia satu abad, restoran ini tetap menjadi destinasi kuliner favorit pencinta masakan China tradisional.
5. Sumber Hidangan (1929)
Toko roti legendaris di Bandung Foto: (Nidia Praja/d'Traveler) |
Bagi pencinta roti klasik, Sumber Hidangan di Jalan Braga, Bandung, menjadi destinasi yang wajib dikunjungi. Toko roti ini berdiri sejak 1929 dan sebelumnya dikenal dengan nama Het Soephuis yang berarti Rumah Manis.
Selama hampir satu abad, Sumber Hidangan tidak pernah berpindah lokasi. Pengunjung masih bisa menikmati berbagai roti klasik seperti croissant, bitterballen, roti tawar, hingga chocolates rotsjes.
Selain produknya yang legendaris, daya tarik lain terletak pada bangunan bergaya Belanda dengan jendela besar, etalase tua, mesin kasir lawas, dan interior yang nyaris tak berubah sejak dahulu. Tempat ini menjadi salah satu ikon kuliner sekaligus sejarah Kota Bandung.






KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN