Viral Resto China Tolak Pembayaran Pakai uang Lokal, Hanya Bisa Pakai Yuan!

Viral Resto China Tolak Pembayaran Pakai uang Lokal, Hanya Bisa Pakai Yuan!

Atiqa Rana - detikFood
Minggu, 07 Jun 2026 19:00 WIB
Viral Resto China Tolak Pembayaran Pakai uang Lokal, Hanya Bisa Pakai Yuan!
Foto: TikTok /nationthailand
Jakarta -

Sebuah restoran China di Thailand sedang ramai disorot. Pasalnya restoran tersebut menolak pembayaran makan menggunakan mata uang baht dan hanya menerima yuan.

Restoran China banyak tersebar di berbagai negara. Biasanya yang mengelola restoran tersebut memang orang asli China atau keturunan China.

Banyak restoran China di luar negeri yang masih mempertahankan resep, cita rasa, dan konsep autentik. Namun, ketika sudah masuk soal harga dan pembayaran, biasanya akan tetap mengikuti mata uang negara tempat di mana restoran tersebut berdiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, klip video yang viral di media sosial baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran banyak orang. Pasalnya restoran China di Bangkok, Thailand diduga tidak menerima pembayaran makanan lewat mata uang Thailand yaitu baht.

ADVERTISEMENT

Isu ini muncul setelah seorang pengguna TikTok asal China yang tinggal di Thailand, bernama JaideeBing dan Bao menceritakan pengalamannya. TiktToker tersebut makan di gerai mie China daerah Huat Khwang, Thailand, lapor nationthailand.com (4/6).

Dalam klip tersebut, ia bercerita kalau sudah selesai makan dan hendak mencoba melakukan pembayaran. Namun, pihak restoran memberi tahu jika restoran tersebut tidak memiliki fasilitas pembayaran QR code Thailand atau rekening bank Thailand.

Viral Resto China Tolak Pembayaran Pakai uang Lokal, Hanya Bisa Pakai Yuan!Pria ini yang awalnya memviralkan pengalaman buruknya di restoran China Thailand. Foto: TikTok /nationthailand

Ketika ditanya terkait metode pembayaran lain, restoran tersebut tidak memiliki opsi selain dibayar menggunakan mata uang China, yaitu yuan. Akhirnya JaideeBing dan Bao terpaksa membayar makannya pakai yuan.

Setelah terpaksa menyelesaikan pembayaran dalam yuan, Ia mengklaim tagihan tersebut meningkat 50 baht (Rp 27.578). Dari yang awalnya hanya 325 baht (Rp 179.260) menjadi 375 baht (Rp 206.838).

Pria ini lantas bingung dan marah atas kejadian tersebut. Ia bertanya kepada netizen lain apakah restoran-restoran yang beroperasi di Thailand akan menolak pembayaran mata uang negaranya. Ia juga mengungkap jika semua bisnis di negara itu harus mematuhi hukum dari Thailand dan membayar pajak dengan benar.

Unggahan video menuai reaksi beragam dari netizen. Unggahan tersebut juga memicu pertanyaan lebih luas tentang sistem ketika bisnis milik asing atau yang dioperasikan oleh orang asing melakukan beberapa transaksi di luar sistem keuangan Thailand.

Viral Resto China Tolak Pembayaran Pakai uang Lokal, Hanya Bisa Pakai Yuan!Pemabyaran yang dipakai hanya uang tunai, debit, atau qrish. Foto: AI Generated

Banyak netizen khawatir dengan sistem seperti ini yang tampak tidak sejalan dengan beberapa undang-undang Thailand. Hal ini dapat melanggar Undang-Undang Pengendalian Devisa BE 2485 terkait pertukaran mata uang asing atau transfer lintas batas yang dilakukan tanpa otorisasi tepat.

Kasus ini juga bisa menimbulkan pertanyaan berdasarkan Undang-Undang Sistem Pembayaran BE 2560, jika suatu bisnis menggunakan saluran pembayaran tidak sah yang belum dilisensikan oleh Bank Sentral Thailand.

Selain itu, hukum perpajakan juga dapat terlibat jika penghasilan yang disimpan pelaku bisnis berada di luar sistem pajak Thailand. Pajak pertambahan nilai atau pajak penghasilan bisa dihindari.

Meski begitu, sampai berita ini ditulis belum ada konfirmasi resmi dari pihak restoran atau pemerintah Thailand terkait hal ini.



(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads