Berawal dari resep sang ibu di dapur rumah, gerai brownies panggang ini kini memiliki 7 cabang. Menu andalannya Choco Crunch dan Cheese Lava seharga mulai Rp 20 ribuan.
Mbun Brownies Panggang dikenal lewat menu brownies hangat dengan aneka topping melimpah. Namun perjalanan bisnis ini bermula dari dapur rumah sederhana.
Berbekal resep sang ibu, usaha keluarga tersebut perlahan tumbuh lewat media sosial. Pesanan yang terus berdatangan membuat bisnis mereka berkembang pesat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hanya memanggang brownies di rumah, kini Mbun Brownies memiliki tujuh cabang. Salah satu gerai terbarunya hadir di kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan.
Berikut ini perjalanan sang owner membangun usaha Mbun Brownies Panggang:
1. Berawal dari Resep Sang Ibu
Berawal dari resep sang ibu di dapur rumah. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Mbun Brownies Panggang bermula pada 2016 dari dapur sederhana di rumah. Resep brownies tersebut merupakan racikan seorang ibu yang gemar membuat aneka kue.
Resep itu kemudian dimodifikasi hingga menghasilkan cita rasa yang khas. Dari situlah lahir Mbun Brownies Panggang yang dikenal saat ini.
"Ini resep yang ada di ibu aku. Lalu dimodifikasi sama adikku hingga akhirnya jadilah Mbun Brownies ini," kata Ifmy Anisah Amatullah, Direktur Utama Mbun Brownies Panggang.
2. Jualan dari Rumah dan Mengandalkan Media Sosial
Mbun Brownies Panggang buka tenant di Blok M HUB. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Di awal-awal usahanya, keluarga Ifmy Anisah memanggang brownies sendiri tanpa banyak bantuan. Produk mereka kemudian dipasarkan lewat aplikasi pesan antar dan media sosial.
Tak disangka, pesanan terus berdatangan dari pelanggan yang sebelumnya tidak mereka kenal. Jangkauan media sosial membantu usaha kecil itu dikenal lebih luas.
"Awalnya kita masukin ke food online dan media sosial. Dari situ banyak customer baru yang datang," ujarnya.
3. Pandemi Jadi Titik Balik Perkembangan Usaha
Berbagai pilihan topping. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Saat banyak bisnis kesulitan di masa pandemi, Mbun Brownies justru mengalami peningkatan penjualan. Kebiasaan masyarakat memesan makanan dari rumah menjadi keuntungan tersendiri.
Meningkatnya permintaan membuat mereka harus keluar dari lokasi awal di dalam komplek. Cabang pertama pun dibuka di pinggir jalan agar lebih mudah dijangkau pelanggan.
"Pas COVID alhamdulillah penjualan malah naik. Itu jadi salah satu momen yang membantu usaha kami berkembang," kata Ifmy Anisah.
4. Dari Satu Toko Menjadi Tujuh Cabang
Mbun Brownies Panggang sudah punya 7 cabang. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Perjalanan bisnis Mbun Brownies terus berkembang dari tahun ke tahun. Setelah membuka cabang pertama, mereka mulai berekspansi ke berbagai kota.
Kini Mbun Brownies memiliki tujuh cabang, termasuk di Depok, Bintaro, Bekasi, Kuningan, hingga Blok M. Kehadiran gerai terbaru di Blok M menjadi cabang ketujuh mereka.
"Dulu dari rumah, lalu pindah ke pinggir jalan. Pelan-pelan akhirnya punya beberapa kios seperti sekarang," ujar Ifmy Anisah.
Menu yang jadi andalan di sini adalah Choco Crunch seharga Rp 20.000 untuk ukuran yang paling kecil. Rasanya manis legit dengan paduan tekstur renyah dari choco crunch-nya.
Selain itu, Cheese Lava seharga Rp 90.000 yang enak dinikmati saat masih hangat. Rasa manis cokelatnya berpadu sempurnya dengan rasa asin gurih dari keju yang lumer di dalamnya.
5. Filosofi Nama 'Mbun' yang Penuh Makna
Mbun Brownies Panggang Foto: detikcom/Riska Fitria |
Di balik namanya yang sederhana, Mbun ternyata menyimpan cerita keluarga. Nama tersebut terinspirasi dari panggilan sang ibu yang akrab disapa 'Bun'.
Ketika mencari nama usaha, keluarga Icha ingin menghadirkan sosok ibu dalam identitas merek mereka. Akhirnya dipilihlah nama Mbun Brownies Panggang.
"Aku manggil ibu aku Bunda. Teman-temannya sering panggil Bun, jadi akhirnya kita pilih nama Mbun untuk brownies ini," tutup Ifmy Anisah.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)






KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN