Di balik ramainya gerai ayam pop di Blok M Hub, ada kisah perjuangan sang pemilik yang membangun usaha dari nol bersama istrinya.
Siapa sangka bisnis ayam pop yang kini ramai di Blok M berawal dari ketidakpastian. Pemilik Sekte Ayam Pop memulai usahanya setelah kehilangan pekerjaan.
Bersama sang istri, ia memanfaatkan peluang dari kios kosong di Blok M Hub. Dalam waktu singkat, keduanya merancang konsep hingga membuka gerai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya mengandalkan resep, mereka juga aktif mendengarkan masukan pelanggan. Cara itu membantu menemukan cita rasa yang sesuai dengan pasar.
Berikut ini kisah di balik populernya Secte Ayam Pop di Blok M HUB:
1. Dirintis Setelah Kena PHK
Secte Ayam Pop di Blok M HUB. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Sekte Ayam Pop lahir pada 2024 dari kondisi yang tidak mudah. Denis Yudistira selaku pemilik Secte Ayam Pop mengaku sempat mengalami PHK sebelum akhirnya memutuskan terjun ke bisnis kuliner.
Ia bersama sang istri kemudian mencari peluang usaha yang bisa dijalankan. Kesempatan itu datang ketika mereka menemukan kios kosong di kawasan Blok M.
"Dalam setahun itu saya sempat kena PHK. Saya sama istri berusaha kira-kira apa yang bisa menghasilkan," ujar Denis.
2. Siapkan Usaha dalam 3 Minggu
Secte Ayam Pop, seporsinya dibanderol Rp 37.000. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Setelah mendapatkan kios, Denis bergerak cepat menyiapkan bisnisnya. Mulai dari riset pasar, pengembangan konsep hingga pembangunan gerai dilakukan dalam waktu singkat.
Menurut Denis, saat pertama kali mendapatkan tempat, ia bahkan belum mengetahui makanan apa yang akan dijual. Namun keputusan membuka usaha tetap dijalankan.
"Ketika pertama kali buka pun kita belum tahu sebenarnya mau buka apa. Dalam tiga minggu akhirnya kita opening secara langsung," katanya.
3. Nama 'Sekte' Disiapkan untuk Ekspansi Bisnis
Menu rendang yang disajikan dengan berbagai kondimen. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Denis tidak hanya memikirkan bisnis jangka pendek. Ia sengaja memilih nama Sekte sebagai fondasi untuk pengembangan merek di masa depan.
Baginya, bisnis kuliner memiliki siklus yang bisa berubah kapan saja. Karena itu, ia ingin memiliki identitas merek yang tetap relevan untuk berbagai konsep usaha.
"Makanya saya kuatin nama Sekte-nya. Jadi ke depannya bisa dipakai untuk Sekte A, Sekte B, Sekte C ketika branding-nya sudah kuat," jelasnya.
4. Riset Rasa Berdasarkan Selera Pelanggan
Secte Ayam Pop menawarkan lauk perkedel yang renyah di luar dan lembut di dalam. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Sebelum membuka gerai, Denis dan istrinya melakukan riset intensif selama dua minggu. Mereka mencari racikan ayam pop yang sesuai dengan selera pengunjung Blok M.
Riset tersebut tidak berhenti setelah gerai beroperasi. Selama bulan pertama, mereka terus meminta masukan pelanggan terkait rasa makanan.
"Lebih penting selera pelanggan dibandingkan selera kita berdua. Dalam satu bulan itu kita baru dapat resep yang benar-benar cocok dengan masyarakat Blok M," ujarnya.
5. Menggabungkan Estetika dan Kenikmatan Nasi Padang
Secte Ayam Pop selalu ramai setiap hari. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Denis melihat mayoritas pengunjung Blok M berasal dari kalangan anak muda. Karena itu, konsep Sekte Ayam Pop dibuat dengan tampilan yang menarik sekaligus mengenyangkan.
Menurutnya, banyak pelanggan yang mencari makanan enak sekaligus konten untuk media sosial. Konsep tersebut kemudian diterapkan pada seluruh menu yang ditawarkan.
"Saya gabungkan, ceweknya bisa posting di media sosial tapi cowoknya tetap bisa makan kenyang karena makan nasi Padang," kata Denis.
6. Ayam Pop Tetap Jadi Menu Terlaris
Awalnya Sekte Ayam Pop hanya menjual satu menu utama, yaitu ayam pop. Kini mereka juga menawarkan rendang, barendo, dan perkedel fusion yang terinspirasi dari koroke Jepang.
Meski pilihan menu semakin banyak, ayam pop tetap menjadi favorit pelanggan. Menu tersebut masih mendominasi penjualan hingga saat ini.
"Balik lagi, 90 persen pelanggan kita belinya ayam pop," tutup Denis.
Harga seporsinya dibanderol mulai Rp 37.000 untuk menu ayam pop hingga Rp 47.000 untuk paket menu Senior.
Satu porsinya disajikan dengan nasik putih, lauk, sambal, dan daun singkong. Uniknya daun singkongnya digoreng, sehingga memberikan tekstur yang berbeda.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)






KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN