Viral di Swedia, hotel sourdough hadir untuk merawat starter roti selama pemilik bepergian. Adonan diberi makan dan dipantau oleh baker profesional.
Hotel sourdough kini makin populer di berbagai negara. Setelah hadir di Amerika Serikat, layanan unik ini juga tersedia di Swedia.
Layanan ini membantu menjaga starter sourdough tetap hidup saat pemilik bepergian. Adonan fermentasi dirawat khusus agar tetap aktif dan siap digunakan kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Starter sourdough merupakan kultur hidup yang terdiri dari campuran tepung dan air yang telah mengalami fermentasi alami.
Kultur ini membutuhkan perawatan rutin berupa pemberian makan atau feeding dengan tambahan tepung dan air secara berkala.
Starter sourdough. Foto: Getty Images/iStockphoto/Oxana Medvedeva |
Jika dibiarkan tanpa perawatan dalam waktu lama, starter bisa melemah bahkan mati sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk membuat roti.
Kondisi itulah yang melatarbelakangi munculnya layanan hotel sourdough di Swedia. Negara ini dikenal memiliki budaya liburan yang cukup panjang, terutama saat musim panas.
Banyak warga bepergian selama beberapa minggu, sehingga mereka membutuhkan tempat yang dapat merawat starter sourdough selama ditinggalkan.
Layanan hotel sourdough bekerja layaknya penitipan hewan peliharaan, tetapi yang dirawat adalah kultur fermentasi roti.
Dikutip dari Danger Works Planet (27/5) hotel sourdough tersebut berada di Stockholm, ibu kota Swedia.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Urban Deli pada 2011 dan kemudian menginspirasi layanan serupa di beberapa bakery lain di negara tersebut.
Saat menitipkan starter, pemilik dapat memberikan instruksi khusus mengenai jenis tepung yang digunakan dan jadwal pemberian makan.
Sourdough ilustrasi. Foto: Getty Images/LauriPatterson |
Beberapa starter bahkan memerlukan tepung organik atau tepung khusus agar karakter rasanya tetap terjaga.
Selama berada di hotel, starter ditempatkan dalam kondisi suhu yang stabil untuk mendukung aktivitas fermentasi.
Para baker atau pembuat roti profesional juga memantau perkembangan setiap starter agar tetap sehat dan aktif.
Mereka akan membuang sebagian adonan yang berlebih atau discard untuk menjaga ukuran dan keseimbangan kultur.
Tak hanya itu, setiap starter diberi label nama dan catatan khusus. Beberapa pemilik bahkan menyertakan kisah atau sejarah singkat mengenai starter mereka yang telah dipelihara bertahun-tahun.
Hal ini membuat setiap kultur memiliki identitas tersendiri selama menjalani masa penitipan.
Setelah masa liburan berakhir, pemilik dapat mengambil kembali starter mereka dalam kondisi prima. Kultur tersebut tetap aktif, berbuih, dan siap digunakan untuk membuat roti sourdough.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN