Hati-Hati Makan di Luar! Ratusan Sampel Daging Terbukti Tak Sesuai Klaimnya

Hati-Hati Makan di Luar! Ratusan Sampel Daging Terbukti Tak Sesuai Klaimnya

Atiqa Rana - detikFood
Rabu, 03 Jun 2026 18:00 WIB
Hati-Hati Makan di Luar! Ratusan Sampel Daging Terbukti Tak Sesuai Klaimnya
Foto: GettyImages
Jakarta -

Sebuah restoran di Inggris jadi sorotan terkait menunya. Lembaga standar pangan (FSA) menemukan daging yang disajikan ke pelanggan diduga dari daging asal yang tidak sesuai dengan deskripsinya.

Pelanggan perlu hati-hati ketika membeli hidangan mengandung daging di restoran atau warung makan. Pasalnya pegawai sering mencampur atau mengganti daging untuk menekan biaya operasional akibat harga daging murni yang tinggi.

Praktik ini ditemukan di sejumlah restoran makanan Inggris. Lembaga Standar Makanan (SFA) sempat melakukan pengujian DNA di gerai makanan siap saji. Ternyata ditemukan pemasok mereka telah menggunakan daging yang tidak sesuai ketentuan dalam upaya menghemat biaya, lapor metro.co.uk (2/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut FSA, 1/4 produk daging di restoran cepat saji yang tidak disebutkan namanya ini terbuat dari daging yang tidak sesuai dengan deskripsi. Hal tersebut juga ditemukan pada hidangan pizza ham dan nanas yang ternyata mengandung daging kalkun hingga kari domba yang antara 60% dan 100% DNA yang ditemukan adalah daging sapi. Ada juga hampir 3/4 daging ayam dan 15% kalkun ditemukan di dalam beef pepperoni.

ADVERTISEMENT

Dari 263 pengujian yang dilakukan, 73 ditemukan mengandung daging mencurigakan, termasuk daging kambing yang sebenarnya terbuat dari daging domba.

Hati-Hati Makan di Luar! Ratusan Sampel Daging Terbukti Tak Sesuai Klaimnya(Gambar hanya ilustrasi) Sejumlah restoran di Inggris ditemukan menyajikan daging yang tidak sesuai dengan deskripsi. Foto: GettyImages

FSA mengungkap, "Konsumen harus yakin bahwa makanan mereka aman dan sesuai apa yang tertera pada kemasannya. Jika tidak, hal itu dapat sangat merugikan konsumen, bisnis makanan dan industri makanan secara luas."

Dean Cooke, dari Chartered Trading Standards Institute, mengatakan kalau praktik pergantian bahan-bahan mahal dengan bahan-bahan yang lebih murah semakin umum dilakukan.

Sebelumnya, dua bisnis kuliner di Lancashire juga sempat dituntut karena menjual produk kebab dengan tidak benar. Ditemukan jika penjual menawarkan kebab yang semua menunya terbuat dari campuran daging domba, ayan, dan sapi. Sebuah toko kebab lain di Burnley juga ketahuan menjual kebab ayam dan domba tetapi daging yang digunakan adalah daging sapi.




(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads