Dianggap sebagai reptil menyeramkan, ternyata ular justru jadi hidangan esktrem di beberapa negara Asia. Mulai dari sup ular di Hong Kong hingga darah ular di Indonesia.
Ular tak hanya dikenal sebagai hewan berbisa dan berbahaya, tetapi juga diolah menjadi makanan dan minuman di sejumlah negara Asia. Hidangan berbahan ular ini banyak menarik perhatian karena tergolong ekstrem.
Mulai dari sup hangat di Hong Kong hingga sate ular di Indonesia, setiap daerah punya cara tersendiri mengolah reptil tersebut. Sebagian bahkan dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tak semua orang berani mencobanya, olahan ular masih memiliki penggemar setia. Dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 hidangan berbahan ular yang populer di berbagai negara Asia:
1. Sup Ular - Hong Kong
Sup ular di Hong Kong. Foto: Food and Wine |
Sup ular merupakan kuliner tradisional yang populer di Hong Kong. Hidangan ini banyak dicari saat musim dingin karena dipercaya dapat menghangatkan tubuh.
Dikutip dari Food and Wine (16/5) umumnya sup dibuat dari campuran beberapa jenis ular, seperti ular kobra, ular tikus (rat snake), dan ular air Tiongkok. Dagingnya disuwir tipis lalu dimasak bersama kaldu dan rempah.
Teksturnya lembut dengan rasa gurih yang kerap disebut mirip ayam. Beberapa restoran legendaris di Hong Kong masih mempertahankan menu ini hingga sekarang.
2. Arak Ular - Vietnam
Arak Ular di Vietnam Foto: Shutterstock/TalyaAL |
Vietnam memiliki minuman ekstrem bernama arak ular atau snake wine. Minuman ini dibuat dengan merendam ular utuh ke dalam arak beralkohol, lapor idealvoyages.fr (30/4)
Jenis ular yang paling sering digunakan adalah ular kobra, meski ada juga yang memakai ular viper dan ular tikus. Ular direndam selama berbulan-bulan hingga sari tubuhnya larut ke dalam alkohol.
Banyak warga lokal meyakini minuman ini dapat meningkatkan stamina. Arak ular juga menjadi salah satu atraksi kuliner yang menarik perhatian wisatawan.
3. Sate Ular - Indonesia
Sate ular yang banyak ditawarkan di Indonesia. Foto: detikX |
Di beberapa daerah Indonesia, daging ular diolah menjadi sate yang dibakar di atas bara api. Menu ini banyak ditemukan di warung makanan ekstrem.
Jenis ular yang paling umum digunakan adalah ular sanca batik (Python reticulatus) atau ular kobra. Dagingnya tebal, tidak berbisa, dan dianggap cocok untuk diolah menjadi sate.
Rasanya sering disebut mirip ayam, tetapi teksturnya lebih kenyal. Sate ular biasanya disajikan dengan kecap, sambal, atau bumbu kacang.
4. Ular Krispi - Thailand
Thailand punya beragam jajanan ekstrem yang dijual di pasar malam. Salah satunya ular goreng krispi yang banyak dicoba wisatawan.
Penjual biasanya menggunakan ular air, ular tikus, atau ular sanca berukuran kecil. Daging ular dibumbui lalu digoreng hingga renyah.
Hasilnya berupa camilan gurih dengan tekstur garing seperti keripik. Jajanan ini sering dijual bersama serangga goreng dan hewan eksotis lainnya.
5. Darah Ular - Indonesia
Penjual darah dan daging ular kobra di Pasar Hewan Ambarawa Foto: Eko Susanto/detikcom |
Darah ular menjadi salah satu olahan ekstrem yang cukup dikenal di Indonesia. Biasanya darah diambil sesaat setelah ular disembelih.
Jenis ular yang paling sering digunakan adalah ular kobra karena dipercaya memiliki khasiat tertentu. Darahnya kerap diminum langsung atau dicampur madu dan minuman herbal.
Sebagian orang meyakini darah ular dapat meningkatkan stamina. Namun konsumsi darah mentah berisiko membawa bakteri dan parasit yang berbahaya bagi kesehatan.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN