Batagor Jadi Gorengan Terbaik di Asia Tenggara, Begini Asal-usulnya!

Batagor Jadi Gorengan Terbaik di Asia Tenggara, Begini Asal-usulnya!

Sonia Basoni - detikFood
Selasa, 02 Jun 2026 18:30 WIB
Ngemil Dua Batagor Bandung Legendaris di Jalan Burangrang
Foto: detikFood
Jakarta -

Batagor dinobatkan sebagai gorengan terenak di Asia Tenggara versi TasteAtlas 2026. Banyak yang belum tahu sejarah di balik terciptanya jajanan tradisional ini.

Batagor khas Bandung berhasil meraih rating 4,4 dan menempati posisi pertama dalam daftar gorengan terenak di Asia Tenggara versi situs dan ensiklopedi kuliner TasteAtlas. Penilaian ini berdasarkan ribuan ulasan pengguna dari berbagai negara.

Prestasi tersebut semakin membanggakan karena batagor mampu mengungguli aneka gorengan populer dari Malaysia, Filipina, Thailand, hingga Vietnam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik popularitasnya, batagor bukan sekadar camilan kaki lima biasa. Perpaduan adonan ikan, tahu goreng, dan bumbu kacang yang khas menjadikannya salah satu ikon kuliner Indonesia yang dikenal luas.

Lalu, bagaimana sejarah kemunculan batagor hingga menjadi jajanan legendaris yang kini mendapat pengakuan internasional? Dilansir dari detikJabar dan TasteAtlas (02/06/2026), berikut sejarah menarik seputar batagor.

ADVERTISEMENT

1. Batagor Jadi Gorengan Terenak di Asia Tenggara

Batagor Sinar Kencana.Batagor Sinar Kencana. Foto: Wisma Putra/detikJabar

Batagor kembali mengharumkan nama kuliner Indonesia setelah dinobatkan sebagai gorengan terbaik di Asia Tenggara versi TasteAtlas 2026. Camilan khas Bandung yang terbuat dari bakso tahu goreng berbahan ikan ini meraih rating 4,4 dan menempati posisi pertama dalam daftar terbaru yang dirilis pada 16 Mei 2026 lalu.

TasteAtlas menyusun peringkat tersebut berdasarkan lebih dari 2.900 penilaian pengguna, dengan sekitar 2.003 ulasan yang dinyatakan valid oleh sistem. Batagor dinilai unggul berkat cita rasa gurih dari adonan ikan yang disajikan bersama saus kacang khas.

Tak hanya batagor, kuliner Indonesia juga mendominasi daftar tersebut. Berikut lima besar gorengan terenak di Asia Tenggara versi TasteAtlas 2026:

1. Batagor (Indonesia)
2. Karipap (Malaysia)
3. Lumpiang Shanghai (Filipina)
4. Ayam Goreng (Indonesia)
5. Pempek (Indonesia)

Selain batagor, ayam goreng dan pempek juga masuk ke dalam daftar lima besar ini, mengungguli aneka gorengan populer dari Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Dominasi ini semakin menegaskan kekayaan kuliner gorengan Indonesia di mata dunia.


2. Apa Itu Batagor?

Ngemil Dua Batagor Bandung Legendaris di Jalan BurangrangNgemil Dua Batagor Bandung Legendaris di Jalan Burangrang Foto: detikFood

Batagor merupakan salah satu jajanan kaki lima paling populer asal Bandung, Jawa Barat. Nama batagor sendiri merupakan singkatan dari 'Bakso Tahu Goreng', sesuai dengan bahan utama dan cara pengolahannya.

Kuliner khas Sunda ini dibuat dari adonan ikan, umumnya ikan tenggiri, yang dicampur tepung tapioka lalu dimasukkan ke dalam tahu atau kulit pangsit.

Setelah itu, batagor digoreng hingga renyah dan disajikan dengan siraman bumbu kacang, kecap manis, saus sambal, serta perasan jeruk limau yang membuat rasanya semakin segar.

Awalnya batagor banyak dijual oleh pedagang keliling menggunakan gerobak di pinggir jalan. Namun kini, jajanan ini juga mudah ditemukan di restoran hingga pusat kuliner modern.

Meski sekilas mirip siomay karena menggunakan adonan yang sama, perbedaannya terletak pada proses memasak. Siomay dikukus, sedangkan batagor digoreng hingga garing sehingga menghasilkan tekstur yang lebih renyah dan gurih.


3. Sejarah Batagor

Batagor H IsanBatagor H Isan Foto: Wisma Putra

Ada banyak sejarah hingga asal-usul yang membahas tentang lahirnya menu batagor ini di Jawa Barat. Tapi, kemunculan batagor mulai dikenal luas di Bandung pada akhir 1960-an.

Kuliner ini juga disebut mendapat pengaruh dari tradisi kuliner Tionghoa yang berkembang di Jawa Barat, terutama dalam penggunaan adonan ikan yang dipadukan dengan tahu dan kulit pangsit.

Seiring waktu, batagor berkembang menjadi salah satu jajanan khas Bandung yang paling populer. Namun, ada juga yang menyebut batagor disebut pertama kali diciptakan oleh H. Isan, perantau asal Purwokerto yang menetap di Bandung.

Kuliner ini lahir sekitar tahun 1970-an dari upayanya mengolah sisa bakso dan tahu kukus yang tidak habis terjual. Agar dagangannya tidak terbuang, H. Isan menggoreng bakso tahu tersebut lalu menyajikannya dengan bumbu kacang racikannya sendiri.


Saat dibagikan kepada tetangga, olahan baru itu mendapat respons positif karena rasanya gurih dan lezat. Dari situlah batagor mulai dikenal dan berkembang menjadi jajanan khas Bandung yang populer hingga sekarang.

4. Batagor Autentik dan Legendaris di Bandung

Empuk Gurih Batagor Kingsley, Camilan Legendaris di Bandung dari 1982Empuk Gurih Batagor Kingsley, Camilan Legendaris di Bandung dari 1982 Foto: detikFood

Popularitas batagor membuat kuliner ini mudah ditemukan, mulai dari gerobak kaki lima hingga restoran. Di Bandung sendiri, beberapa nama legendaris seperti Batagor Kingsley, Batagor Riri, Batagor Burangrang dan Batagor Hj. Darto kerap menjadi tujuan wisata kuliner bagi pengunjung yang ingin mencicipi batagor dengan cita rasa khas kota tersebut.

Bagi yang penasaran ingin coba menu batagor paling legendaris di kota Bandung, bisa mampir ke Batagor H. Isan Bojongloa yang sudah berjualan sejak 1968. Kedai batagor ini tidak pernah sepi pengunjung dengan kisaran harga Rp 5.000 per biji.

Sementara untuk batagor kelas premium ada Batagor Kinsgley yang masih jadi incaran para wisatawan dari berbagai daerah. Meski harganya cukup mahal di kisaran Rp 40.000 per porsi, tapi batagor ini tetap laris manis sampai sekarang.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kerupuk Tette, Makanan Unik Berbentuk Lonjong Panjang Khas Madura"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads