Canggih! Ilmuwan Temukan Cara Mengukur Kenikmatan Kopi pakai Alat Uji Baterai

Canggih! Ilmuwan Temukan Cara Mengukur Kenikmatan Kopi pakai Alat Uji Baterai

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Selasa, 02 Jun 2026 12:30 WIB
Professional coffee brewing in coffee shop. Close-up photo of espresso pouring from coffee machine. Barista make coffee cup in warm cozy atmosphere in small cafe.
Foto: Getty Images/NataliaDeriabina
Jakarta -

Rasa kopi memang subjektif dan tergantung selera masing-masing. Tapi, ada sebuah penelitian yang membaca karakter kopi melalui analisis kimia unik. Berikut penjelasannya.

Baru-baru ini para peneliti menemukan cara baru untuk mengungkap faktor-faktor yang membuat rasa kopi begitu disukai banyak orang. Penelitian tersebut memanfaatkan alat yang biasanya digunakan untuk menguji performa baterai.

Tim peneliti dari University of Oregon menggunakan alat bernama potentiostat untuk mengalirkan arus listrik ke dalam sampel kopi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui metode tersebut, mereka berhasil mengidentifikasi apa yang disebut sebagai sidik jari kimia pada kopi, yaitu karakteristik kimia yang berperan dalam membentuk cita rasa minuman tersebut.

Dilansir dari New York Post (01/06/2026), pola ini berhubungan dengan karakter rasa dan kualitas kopi, serta membantu menjelaskan faktor yang membuat satu cangkir kopi terasa lebih enak dibanding yang lain.

ADVERTISEMENT
Smiling woman in sweater holding cup of coffee. coffee. Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak

Selama ini, pengujian kopi umumnya hanya berfokus pada kekuatan atau intensitas minuman. Padahal, faktor lain seperti warna sangrai (roast color) dan tingkat ekstraksi (extraction strength) juga berperan penting dalam membentuk profil rasa kopi secara keseluruhan.

Penelitian ini mencoba memisahkan variabel tersebut agar bisa dipahami lebih jelas.

Ahli kimia University of Oregon, Christopher Hendon yang dikenal sebagai Dr. Coffee, mengatakan bahwa metode ini bisa menjadi cara objektif untuk memahami preferensi rasa kopi.

"Ini merupakan cara yang objektif untuk menjelaskan apa yang sebenarnya disukai orang dari secangkir kopi," ujar Hendon dalam keterangan resmi yang dirilis University of Oregon.

Ia juga menjelaskan bahwa kenikmatan kopi sangat dipengaruhi oleh pemilihan tingkat sangrai dan proses ekstraksi. Selain itu, ia juga menambahkan selama ini variabel-variabel tersebut belum bisa dipisahkan dengan baik.

Dalam uji coba, tim peneliti menggunakan empat sampel kopi dari satu roaster di Inggris. Menariknya, meski semua sampel terlihat sama secara visual, mereka berhasil mendeteksi satu sampel yang ternyata gagal dalam kontrol kualitas roaster.

Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan ini berpotensi membantu proses quality control di industri kopi, khususnya untuk mendeteksi sampel yang tidak sesuai standar meski tampak identik.

Close-up isolated hand holding yellow mug on black background. Hand hold simple yellow cup. Perfect for both tea and coffee.Coffee. Foto: Getty Images/iStockphoto/Parichart Thongmee

Dalam jangka pendek, teknologi ini diharapkan dapat membantu kafe dan pelaku industri kopi untuk menghasilkan rasa yang lebih konsisten. Namun, dampaknya ke konsumen masih membutuhkan waktu.

Hal ini juga disampaikan oleh ilmuwan pangan sekaligus CEO Mendocino Food Consulting, Bryan Quoc Le.

"Ilmu ini masih bergantung pada komponen mahal agar bisa menjadi teknologi yang layak digunakan," ujarnya.

Meski begitu, ia menilai temuan ini penting karena membuka cara baru untuk mengukur kualitas rasa yang sebelumnya bersifat subjektif.

"Kini kita memiliki cara untuk mengakses kualitas rasa dan aroma kopi yang selama ini bersifat subjektif melalui pengukuran yang dapat dihitung. Ini berarti kita bisa melihat peningkatan besar dalam kualitas kopi di berbagai kedai pada tahun-tahun mendatang," tambah Le.

Penelitian ini juga sudah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Communications. Meski menjanjikan, teknologi ini masih membutuhkan waktu sebelum bisa digunakan secara luas karena biaya perangkat dan kompleksitasnya masih cukup tinggi.




(sob/sob)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads