Sebuah keluarga menuntut restoran setelah anaknya diduga jadi korban keracunan makanan. Tak hanya diare, putrinya bahkan mengalami gagal ginjal akut.
Selain rasa nikmat, keamanan dan kelayakan penyajian makanan juga penting diperhatikan pemilik tempat makan. Apalagi sekelas bisnis restoran yang banyak menjadi tujuan pelanggan untuk makan.
Pasalnya, makanan yang salah ditangani dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya. Tak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga mengancam nyawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti keluarga ini yang melayangkan tuntutan kepada sebuah restoran. Dilansir dari People, (28/5/2026), sebuah kasus dugaan keracunan makanan menjadi sorotan setelah seorang pria melaporkannya ke jalur hukum.
Sebuah restoran dituntut gegara diduga menyebabkan keracunan pada seorang bocah. Foto: People |
Menurut dokumen gugatan yang diperoleh media Amerika, Jeffrey Gogue, menggugat restoran Mediterranean cepat saji bernama The Kebab Shop. Ia juga menuntut pemasok dagingnya sekaligus yang bernama Olympia Food Industries.
Ia menuduh makanan yang dijual kedua pihak tersebut menyebabkan putrinya mengalami infeksi E. coli yang berujung pada gagal ginjal akut. Peristiwa itu bermula pada 28 Maret 2026 ketika keluarga tersebut membeli hidangan chicken plate dan beef kofta.
Gerai yang disambanginya saat itu berlokasi di Costa Mesa, California. Sehari setelah menyantap makanan tersebut, putrinya mulai mengalami diare berdarah, mual, dan muntah.
Kondisinya terus memburuk dalam beberapa hari berikutnya hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit pada 3 April. Di sana, dokter mendiagnosisnya mengalami gagal ginjal akut.
Diduga gegara E.coli, seorang bocah mengalami gagal ginjal. Foto: Ladbible |
Dikutip dari People (1/6), dalam gugatannya juga disebutkan bahwa anak itu mengalami hemolytic uremic syndrome (HUS), komplikasi serius yang sering dikaitkan dengan infeksi bakteri E. coli. Kondisi ini dapat merusak pembuluh darah kecil, menghancurkan sel darah merah, serta mengganggu fungsi ginjal.
KG, putri Gogue, harus menjalani perawatan intensif selama 17 hari di rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya. Setelah diperbolehkan pulang pada 20 April, proses pemulihannya masih berlanjut dan disebut berpotensi berlangsung dalam jangka panjang akibat kerusakan ginjal yang dialaminya.
Dalam gugatannya, keluarga korban menuding restoran dan pemasok daging telah menjual produk yang tidak aman untuk dikonsumsi. Mereka juga menuduh kedua pihak lalai dalam melakukan pengujian, pemantauan, serta pengawasan keamanan produk makanan yang diedarkan kepada konsumen.
Menurut keterangan otoritas yang berwajib, kasus ini memang sedang menjadi perhatian di Amerika Serikat. Menurut data yang dirilis otoritas kesehatan California, setidaknya sembilan orang dilaporkan sakit akibat wabah ini. Enam di antaranya merupakan anak-anak dan lima lainnya dlaporkan mengalami gagal ginjal akibat E. coli.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN