Pesan Minuman 'No Sugar' Malah Kena Charge Rp 4 Ribu, Ini Kata Penjual

Pesan Minuman 'No Sugar' Malah Kena Charge Rp 4 Ribu, Ini Kata Penjual

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Kamis, 28 Mei 2026 11:00 WIB
Pesan Minuman No Sugar Malah Kena Charge Rp 4 Ribu
Foto: dok. STOMP
Jakarta -

Biaya tambahan untuk minuman tanpa gula (no sugar) di restoran ini menuai perhatian. Pasalnya, pelanggan harus membayar ekstra Rp 4 ribuan jika memilih opsi tanpa gula pada beberapa menu minuman.

Melansir dari Stomp SG (19/5), kebijakan tersebut diterapkan oleh Srisun Express, jaringan restoran halal di Singapura yang terkenal dengan menu prata dan es Milo berukuran besar.

Restoran ini memiliki beberapa cabang, yaitu di kawasan Serangoon Gardens, Bishan, dan Tampines. Perbincangan bermula setelah seorang pelanggan membagikan tangkapan layar menu digital restoran tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada menu, terlihat Milo biasa dijual seharga SGD 2,80 (sekitar Rp 39 ribu) dengan label Nutri-Grade D, yang menandakan kandungan gulanya tinggi, yaitu sekitar 12 persen.

Namun, ketika pelanggan memilih opsi tanpa gula pada kolom kustomisasi, muncul biaya tambahan sebesar 30 sen (sekitar Rp 4.200).

ADVERTISEMENT

Pelanggan bernama Derrick mengaku bingung dengan kebijakan tersebut. Pria 37 tahun ini terkejut karena harus membayar biaya tambahan saat memesan minuman untuk anak-anaknya.

"Saya tidak mengerti. Secara nasional semua orang sedang bergerak menuju gaya hidup dan pola makan yang lebih sehat, tetapi justru dikenakan biaya tambahan saat memilih minuman yang tidak manis," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan alasan di balik kebijakan tersebut, "Bagaimana ini bisa masuk akal? Kenapa ini bisa memotivasi saya untuk memilih opsi yang lebih sehat?".

Menanggapi hal tersebut, pihak Srisun Express menjelaskan bahwa biaya tambahan hanya berlaku untuk minuman yang biasanya dibuat menggunakan susu kental manis, seperti Milo, Horlicks, dan Teh Cino.

Menurut pihak restoran, rasa manis dan tekstur creamy dari minuman tersebut berasal dari susu kental manis. Ketika pelanggan meminta versi tanpa gula, restoran tidak bisa menggunakan bahan tersebut karena kandungan gulanya tinggi.

Sebagai gantinya, restoran menggunakan susu evaporasi untuk menjaga rasa dan tekstur minuman. Pihak Srisun Express menyebut perubahan bahan ini memengaruhi biaya penyajian minuman versi tanpa gula.

Pihak restoran juga menjelaskan bahwa kenaikan biaya bahan dan operasional menjadi alasan tambahan diberlakukannya biaya ekstra tersebut.

Tambahan 30 sen (Rp 4.200) dianggap membantu menutup selisih biaya sambil menjaga kualitas dan konsistensi minuman. Berdasarkan pengecekan di beberapa supermarket, harga susu kental manis berkisar SGD 2,72 hingga SGD 2,75 per kaleng (sekitar Rp 37-Rp 38 ribu). Sementara itu, susu evaporasi dijual sekitar SGD 2,34 hingga SGD 2,55 per kaleng (sekitar Rp 32-Rp 35 ribu).

"Dengan kenaikan biaya bahan dan operasional yang terus berlangsung, tambahan biaya SGD 0,30 membantu kami menutupi kenaikan biaya bahan sambil tetap menjaga kualitas dan konsistensi minuman," jelas juru bicara Srisun Express.

Restoran tersebut menegaskan biaya tambahan hanya berlaku pada minuman yang memang menggunakan susu kental manis. Sementara minuman yang sejak awal dibuat tanpa gula atau tanpa susu kental manis, seperti Teh O, Kopi O, Limau, dan Teh O Longan, tidak dikenakan biaya tambahan saat dipesan tanpa gula.

Srisun Express juga menyebut tujuan kebijakan tersebut bukan untuk menghalangi pilihan yang lebih sehat, melainkan untuk menutupi biaya bahan tambahan pada minuman versi khusus.

Selain itu, pihak restoran mengakui biaya tambahan tersebut belum muncul di beberapa aplikasi pesan antar makanan seperti Grab. Hal tersebut terjadi karena kendala teknis dan saat ini sedang diperbaiki agar informasi harga serta kustomisasi menu lebih jelas di semua platform pemesanan.

(yms/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads