Warung Nasi Ini Viral Gegara Review Negatif, Pemilik Sampai Trauma!

Warung Nasi Ini Viral Gegara Review Negatif, Pemilik Sampai Trauma!

Diah Afrilian - detikFood
Rabu, 20 Mei 2026 16:00 WIB
Warung Nasi Ini Viral Gegara Review Negatif, Pemilik Sampai Trauma!
Foto: Vn Express
Jakarta -

Seorang pemilik kedai kecewa setelah mendapat ulasan dari pengunjung. Gegara ulasannya tersebut warung makannya menuai kritik tajam dari pengguna media sosial.

Menjalankan bisnis kuliner kini tidak hanya soal menjaga rasa makanan dan pelayanan. Di era media sosial, satu unggahan pelanggan bisa menentukan nasib restoran dalam waktu singkat.

Banyak pemilik usaha makanan pun mulai merasakan tekanan besar akibat review online yang yang memengaruhi opini publik. Salah satunya dialami pemilik warung ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari VnExpress, (16/5/2026), Mai merupakan pemilik warung nasi murah di pusat Kota Phan Thiet, Vietnam. Setelah lebih dari 7 tahun berjualan, ia tak menyangka makanannya mendapat kritik di media sosial.

ADVERTISEMENT
Warung Nasi Ini Viral Gegara Review Negatif, Pemilik Sampai Trauma!Warung makan ini sempat berurusan dengan pihak kepolisian gegara ulasan online. Foto: Vn Express

Masalah bermula pada 2 Mei 2026 ketika sebuah akun media sosial menuduh restorannya menaikkan harga secara berlebihan selama libur panjang. Pelanggan tersebut mengaku dikenakan biaya 60.000 Vietnam Dong atau setara dengan Rp40 ribuan untuk seporsi nasi isi tahu dan semangkuk sup pare.

Unggahan itu langsung viral dan dibagikan ribuan kali. Mai akhirnya harus membuka rekaman CCTV, menunjukkan struk pembayaran, dan menjelaskan rincian harga kepada publik.

Ia mengatakan harga nasi sebenarnya 35.000 Dong (Rp23.500), sedangkan sup pare 25.000 Dong(Rp16 ribuan). Kenaikan harga nasi sebesar 5.000 Dong (Rp3 ribuan) dilakukan karena biaya tenaga kerja meningkat selama masa liburan.

Mai yang tak terima diberi ulasan negatif, akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan di kantor polisi. Ia mengajak pelanggannya bertemu di kantor polisi dan meluruskan tuduhan atas warung makannya.

Warung Nasi Ini Viral Gegara Review Negatif, Pemilik Sampai Trauma!Pemiliknya bahkan sampai trauma diulas secara online. Foto: Vn Express

Masalah ini dianggap sebagai permasalahan yang sederhana, pihak polisi pun langsung mendamaikan keduanya. Namun Mai mengaku kejadian tersebut membuatnya trauma untuk mendapat ulasan online.

Ia mengaku kini ingin menjauh dari media sosial dan hanya fokus menjalankan usahanya dengan tenang. Ternyata kasus serupa juga menjadi pembicaraan yang cukup marak bagi pebisnis kuliner.

Data ReviewInc menunjukkan sekitar 61% pelanggan membaca ulasan sebelum memilih restoran, sementara 34% lainnya sepenuhnya bergantung pada review online. Laporan industri FnB dari iPOS juga menunjukkan sekitar 50 ribu dari 329.500 bisnis makanan dan minuman di Vietnam tutup pada paruh pertama 2025.

Padahal alasan di balik banyaknya harga makanan dinaikkan ialah karena harga bahan serta biaya operasional yang juga meningkat. Quang Tran, salah satu pemilik jejaring restoran di Vietnam, menyebut tidak ada bisnis yang benar-benar sempurna, sehingga ulasan yang diberikan oleh pelanggan sudah sewajarnya dipikirkan dengan matang terlebih dahulu.




(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads