Bukan Udang atau Ikan, Kerupuk Jepang Ini Pakai Topping Tawon Kering

Bukan Udang atau Ikan, Kerupuk Jepang Ini Pakai Topping Tawon Kering

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Rabu, 20 Mei 2026 11:30 WIB
Bukan Udang atau Ikan, Kerupuk Jepang Ini Pakai Topping Tawon Kering
Foto: Oddity Central
Jakarta -

Di Jepang, ada banyak camilan tradisional yang unik, salah satunya Jibachi Senbei. Camilan ini berupa kerupuk yang dibuat dengan tambahan tawon digger kering yang dicampurkan ke dalam adonan.

Melansir dari Oddity Central (14/5), Jibachi Senbei mulai dikenal pada pertengahan 2010-an. Produk ini lahir dari kerja sama komunitas pencinta tawon digger di kota Omachi yang bernama Omachi Jibachi Aikokai bersama seorang pembuat roti lokal.

Mereka mengembangkan camilan yang menggunakan tawon sebagai salah satu bahan utamanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam proses pembuatannya, anggota komunitas terlebih dahulu menangkap tawon menggunakan perangkap di area hutan. Tawon tersebut kemudian direbus dan dikeringkan, sebelum akhirnya dicampurkan ke dalam adonan kerupuk dan dipanggang.

ADVERTISEMENT

Kerupuk yang dihasilkan memiliki rasa dasar yang cenderung ringan dengan sedikit manis. Sementara itu, tawon kering di dalamnya memberikan rasa tambahan yang digambarkan sebagian orang mirip rasa kering dan sedikit gosong.

Serangga yang digunakan dalam Jibachi Senbei adalah spesies Vespula flaviceps atau kurosuzume bachi. Jenis ini aman untuk dikonsumsi dan sudah lama digunakan dalam beberapa makanan berbahan dasar serangga di Jepang.

Dari sisi aroma, camilan ini memiliki bau yang cukup khas ketika kemasan dibuka. Sebagian orang membandingkannya dengan aroma makanan hewan kering. Meski begitu, produk ini tetap memiliki pasar tersendiri.

Jibachi Senbei diproduksi dan dijual di beberapa pasar lokal serta toko makanan khusus di kota Omachi. Selain warga lokal, camilan ini juga menarik perhatian wisatawan yang penasaran dengan makanan berbahan serangga.

Produk ini menjadi salah satu contoh camilan tradisional Jepang yang menggunakan bahan unik dan masih dikonsumsi pada beberapa daerah tertentu di Jepang.




(Dita Aliccia Armadani/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads