Bukan sandwich premium dengan isian padat, kedai ini hanya menawarkan sandwich sederhana isi isi mentega, telur, dan keju. Namun, peminatnya justru ramai!
Di tengah tren sandwich premium dengan isian melimpah dan tampilan estetik, sebuah kedai kecil di Rusia justru viral karena menjual sandwich paling sederhana.
Kedai bernama Buterbrodik 66 itu hanya menawarkan roti tawar dengan isian mentega, keju, telur, atau sosis ala bologna yang tampilannya mirip bekal rumahan biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terlihat sederhana, kedai tersebut cukup populer di Saint Petersburg, Rusia. Harga menunya sekitar Rp 18 ribuan, lapor Oddity Central (15/5).
Tampilan sandwich sederhana yang dibanderol Rp 18.000. Foto: Oddity Central |
Tidak ada plating mewah ataupun bahan premium. Sandwich yang dijual bahkan disebut mirip buatan anak kos atau mahasiswa di kamar asrama.
Konsep unik itu rupanya sengaja diusung sang pemilik, Alexey Petrachev. Ia mengatakan usaha tersebut awalnya hanya stan kecil yang menjual sandwich murah untuk menghibur orang-orang.
Namun, bisnis itu perlahan berkembang hingga akhirnya memiliki tempat usaha sendiri.
"Awalnya harga sandwich sekitar Rp 9 ribu. Orang-orang datang lalu bilang, 'Wah mahal sekali,' kemudian pergi."
"Setelah kami naikkan jadi sekitar Rp 18 ribu, semua orang langsung merasa normal," ujar Petrachev.
Kedai sandwich ini lokasinya di pinggiran kota, tapi tetap ramai. Foto: Oddity Central |
Menurutnya, lokasi kedai mereka juga jauh dari kesan mewah. Tempat makan itu berada di pinggiran kota Saint Petersburg, di bangunan yang dianggap kurang menarik dan jarang diminati pelaku usaha lain.
Namun justru karena biaya sewanya murah, mereka bisa tetap bertahan. Menu yang ditawarkan juga sangat sederhana.
Ada sandwich roti putih dengan olesan mentega tebal, irisan keju, telur rebus, hingga sosis tipis. Sekilas, tampilannya tidak berbeda dari sandwich rumahan yang mudah dibuat sendiri.
Meski begitu, banyak pelanggan tetap rela membeli sandwich tersebut. Sebagian datang karena nostalgia masa kecil saat hidup di era Uni Soviet, ketika roti isi sederhana menjadi menu sarapan dan camilan sehari-hari.
Ada juga pelanggan yang merasa lebih praktis membeli dibanding harus membeli satu bungkus roti dan bahan lainnya sendiri di rumah.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN