Setelah kasus turis Malaysia dituding kabur tanpa bayar, kini pelanggan lain mengaku hampir dikenai biaya jeruk yang tak dimakan di restoran Pagi Sore.
Rumah Makan (RM) Padang Pagi Sore kembali menjadi sorotan setelah seorang pelanggan asal Malaysia membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat makan di sana.
Kali ini, pelanggan asal Malaysia mengaku hampir dikenakan biaya tambahan untuk buah jeruk yang sebenarnya tidak mereka makan. Kisah tersebut dibagikan oleh Afifa Nabila Mohd Khairudin melalui Threads.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahannya, Afifa menceritakan bahwa ia bersama teman-temannya makan di restoran tersebut pekan lalu, lapor Mstar Online (18/5).
Bukti foto makanan yang menampilkan jeruk sunkist. Foto: Thread/Afifa Nabila |
Seusai makan dan hendak membayar tagihan, ia mendengar percakapan staf restoran yang menuding ada beberapa potong jeruk Sunkist yang dimakan pelanggan.
Menurut Afifa, sepiring jeruk yang disajikan di meja mereka sejak awal memang hanya berisi tujuh potong, padahal biasanya terdiri dari 10 potong.
Namun, mereka sama sekali tidak menyentuh hidangan penutup tersebut.
"Pas mau bayar, ada star perempuan berbisik ke staf laki-laki yang sedang menghitung. Dia bilang jeruk itu tadi ada 10 potong, sekarang tinggal 7," tulis Afifa.
Ia menambahkan, staf tersebut kemudian meminta agar tiga potong jeruk itu dimasukkan ke dalam tagihan pelanggan.
Nasi Padang Ilustrasi. Foto: iStock |
Beruntung, Afifa sempat memotret seluruh hidangan sebelum mulai makan sehingga memiliki bukti kondisi makanan saat pertama kali datang ke meja.
"Untung kami foto dulu dan memang tidak ada kulit jeruk sama sekali. Hati-hati kalau makan di sana, foto makanan, simpan struk dan bukti pembayaran," tulisnya lagi.
Restoran Pagi Sore memang kerap menawarkan buah jeruk Sunkist potong sebagai makanan penutup. Harga satu porsinya dibanderol sekitar Rp 38.896.
Unggahan itu ramai diperbincangkan netizen karena terjadi tak lama setelah restoran yang sama terseret kasus serupa.
Sebelumnya, Pagi Sore sempat dituding menuduh rombongan wisatawan asal Malaysia kabur tanpa membayar tagihan makan senilai Rp 900 ribuan.
Belakangan, pihak restoran menyampaikan permintaan maaf dan mengakui terjadi kesalahpahaman terkait pembayaran yang sebenarnya sudah dilunasi pelanggan saat berkunjung pada 13 Mei 2026 lalu.
Permintaan maaf tersebut diungkap setelah salah satu pelanggan bernama Norain Mohd Yunus mengunggah video serta tangkapan layar pesan dari manajemen restoran di akun Threads miliknya.
Kasus ini pun membuat banyak netizen mengingatkan pelanggan untuk selalu memeriksa struk pembayaran dan mendokumentasikan pesanan ketika makan di restoran.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN