Pelanggan mengeluh diminta bayar biaya tambahan untuk mangkuk kecil saat makan sup jeroan babi. Biaya itu disebut untuk ongkos cuci piring.
Biaya tambahan untuk perlengkapan makan kembali jadi sorotan. Kali ini, pelanggan di Singapura mengeluhkan tarif ekstra untuk mangkuk kecil di food court.
Hal tersebut dialami oleh Ms Ou (49) saat makan di food court di Lucky Plaza, Singapura, lapor STOMPS (17/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia terkejut setelah diminta membayar tambahan Rp 3.600 untuk satu mangkuk kecil saat membeli sup jeroan babi di kios JiakMee.
Cuma Minta Mangkuk Kecil, Pelanggan Ini Heran Kena Biaya buat Ongkos Cuci Foto: Shin Min Daily News |
Peristiwa itu terjadi pada 8 Mei sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Saat itu Ms Ou dan saudara perempuannya memesan semangkuk sup jeroan babi, dua lauk pendamping, serta nasi talas.
Total pesanannya tersebut dibanderol Rp 162.000. Menurut Ms Ou, adiknya kemudian meminta satu mangkuk kecil tambahan untuk berbagi makanan.
Namun, pemilik kios menyebut ada biaya tambahan untuk mangkuk tersebut. Karena merasa keberatan, mereka akhirnya membatalkan permintaan itu.
Kami membeli cukup banyak makanan, jelas bukan hanya untuk satu orang. Rasanya wajar kalau meminta satu mangkuk tambahan," ujar Ms Ou.
Ilustrasi bill restoran. Foto: armaghi.com / iStock |
"Kalau dari awal tahu akan dikenakan biaya tambahan, kami mungkin tidak akan makan di sana," lanjutnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pemilik kios membantah nominal biaya yang disebut pelanggan. Ia menegaskan biaya tambahan untuk mangkuk kecil sebenarnya hanya Rp 2.400, bukan Rp 3.600.
Pemilik kios yang enggan disebut namanya itu mengatakan aturan biaya tambahan dibuat untuk menekan pengeluaran operasional sekaligus mencegah penyalahgunaan oleh sebagian pelanggan.
Ia mengaku harga menu di kiosnya sudah lebih murah dibanding tempat lain, dengan sup jeroan babi dijual sekitar Rp 48 ribu hingga Rp 60 ribu per porsi.
Sementara di tempat lain, harganya bisa mencapai Rp 84 ribu sampai Rp 96 ribu.
"Biaya tambahan itu untuk menutup ongkos pencucian dan biaya terkait lainnya. Kami juga memberi tahu pelanggan terlebih dahulu," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar tiga tahun lalu, mangkuk tambahan dan isi ulang kuah masih diberikan gratis.
Namun, beberapa pelanggan disebut kerap meminta mangkuk ekstra atau berulang kali menambah kuah untuk dibagikan ke orang lain.
"Karena ada yang berlebihan, akhirnya saya mulai mengenakan biaya tambahan agar penggunaan perlengkapan lebih terkontrol," katanya.
Beberapa pedagang kaki lima lain di Singapura turut menilai biaya tambahan tersebut masih masuk akal.
Seorang penjual sup kambing di Hougang mengatakan biaya tambahan untuk mangkuk kecil bisa dimengerti karena pedagang juga harus menanggung biaya pencucian peralatan makan dan utilitas yang terus naik.
Meski begitu, ada juga pedagang yang memilih tidak mengenakan biaya tambahan karena permintaan mangkuk kecil dinilai tidak terlalu sering terjadi.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN