Tak ada penerus, restoran khas Kanton legendaris Wing Seong Fatty's di Singapura bakal tutup. Restoran ini sudah hampir 100 tahun beroperasi.
Restoran lawas dengan sejarah panjang kini semakin jarang ditemukan. Banyak bisnis kuliner keluarga kesulitan bertahan lintas generasi.
Kenaikan biaya operasional dan perubahan gaya hidup jadi tantangan besar. Tak sedikit restoran legendaris akhirnya memilih tutup permanen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini juga dialami restoran Cantonese terkenal di Singapura, Wing Seong Fatty's. Restoran yang hampir berusia 100 tahun itu akan segera tutup.
Dikutip dari CNA Lifestyle (18/5) berikut penjelasannya:
1. Restoran Legendaris Tutup Setelah 100 Tahun
Wing Seong Fatty's menjadi salah satu restoran Cantonese tertua di Singapura. Foto: Wing Seong Fatty's |
Wing Seong Fatty's menjadi salah satu restoran Cantonese tertua di Singapura. Restoran ini diumumkan bakal tutup pada 28 Juni 2026.
Penutupan itu terjadi bertepatan dengan usia restoran yang genap 100 tahun. Kabar tersebut membuat banyak pelanggan setia merasa sedih.
Selama hampir satu abad, restoran ini dikenal dengan menu Cantonese klasik. Suasana lawasnya juga jadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
2. Berawal dari Usaha Keluarga Kecil
Restoran ini pertama kali berdiri di Albert Street pada 1926. Pendiri usaha kemudian dibantu sang putra dalam mengelola restoran.
Putra pendiri dikenal dengan panggilan 'Fatty' oleh pelanggan setia. Julukan itu akhirnya dipakai sebagai nama restoran hingga sekarang.
Pada 1987 restoran pindah ke Albert Complex. Lalu sejak 1999, Wing Seong Fatty's beroperasi di Burlington Square.
3. Jadi Tempat Favorit Awak Pesawat
Wing Seong Fatty's Jadi Tempat Favorit Awak Pesawat. Foto: Wing Seong Fatty's |
Wing Seong Fatty's populer di kalangan pilot dan pramugari internasional. Banyak awak maskapai datang makan di sini saat singgah di Singapura.
Awak maskapai Qantas disebut paling sering makan di sana. Restoran ini bahkan dianggap punya ikatan emosional dengan mereka.
"Restoran ini lebih dari sekadar tempat makan, tetapi bagian sejarah," tulis HARS Aviation Museum. Banyak pelanggan disebut terpukul dengan kabar itu.
4. Tutup karena Tak Ada Penerus
Pihak restoran mengatakan keputusan tutup sudah dipikirkan matang. Faktor usia pemilik jadi salah satu alasan utama.
Generasi muda keluarga disebut memilih jalur karier berbeda. Karena itu, bisnis keluarga ini tak punya penerus untuk dilanjutkan.
"Kami tidak memiliki penerus untuk melanjutkan usaha ini," tulis pihak restoran. Pernyataan itu disampaikan lewat media sosial resmi mereka.
5. Akhir Era Restoran Warisan Keluarga
Penutupan Wing Seong Fatty's dianggap sebagai akhir sebuah era. Restoran lawas semakin sulit bertahan di tengah perubahan zaman.
Biaya operasional yang terus naik jadi tantangan berat bagi bisnis keluarga. Kebiasaan makan masyarakat juga ikut berubah.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan pelanggan selama ini," ujar pihak restoran. Banyak pelanggan berharap restoran itu tetap dikenang.
Simak Video "Warung Mak Beng Bali Masuk Daftar 150 Restoran Legendaris di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN