Tinggalkan Karier Banker, Pria Ini Lebih Pilih Jualan Mie Kaki Lima

Tinggalkan Karier Banker, Pria Ini Lebih Pilih Jualan Mie Kaki Lima

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 18 Mei 2026 13:00 WIB
Tinggalkan Karier Banker, Pria Ini Lebih Pilih Jualan Mie Kaki Lima
Foto: asiaone.com / Melissa Teo
Jakarta -

Seorang pria yang dulunya bekerja di bank kini memutuskan usaha warung kaki lima. Perjalanannya pun tidak mudah. Dari kesulitan beradaptasi, kini ia bisa dibilang sukses.

Beberapa orang memutuskan beralih karier jadi pebisnis kuliner. Pasalnya usaha kuliner terkadang menawarkan waktu lebih fleksibel hingga potensi pendapatan yang tidak terbatas.

Namun, ada juga yang memilih membuka bisnis kuliner karena memang sudah menjadi bagian dari mimpinya sejak dulu. Contohnya pria ini yang dulunya merupakan seorang pegawai bank, kini memutuskan untuk jualan mie kaki lima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria bernama Kid Chua membagikan kisah perjalanan kariernya. Dilansir dari asiaone.com (16/5), pria tersebut awalnya bergabung dengan industri perbankan di tahun 2015 sebagai seorang manajer customer service.

ADVERTISEMENT

Lalu tahun 2019, Kid Chua bekerja sebagai seorang broker. Namun, selama bekerja di industri tersebut, pria ini merasa kurang puas dan berakhir mengundurkan diri setelah setahun.

Ketidakpuasan tersebut membuat pria 41 tahun ini berpikir mencari pekerjaan di bidang lain. Kid memang selalu ingin memulai bisnisnya sendiri. Sampai akhirnya saat pandemi Covid-19 melanda, ia membuka usaha kuliner sendiri dengan dorongan dan dukungan pemerintah Singapura.

Kid memang tidak memiliki latar belakang di dunia bisnis kuliner. Namun, saat itu ia memiliki keinginan untuk membuka suatu usaha yang berhubungan dengan kopi.

Tinggalkan Karier Banker, Pria Ini Lebih Pilih Jualan Mie Kaki LimaEks bunker ini memutuskan untuk beralih karir menjadi penjual mie kaki lima, Foto: asiaone.com / Melissa Teo

"Saya selalu memiliki minat untuk belajar cara membuat kopi dan menurut saya cukup keren untuk melakukan hal-hal seperti latte art," ujarnya.

Pada 2021, Kid Chua membangun Starbrew by Laughing Cafe di 122 Bedok North Street 2. Berbagai usaha dia lakukan untuk menyempurnakan keahliannya di bidang ini. Kid lalu resmi membuka bisnis tersebut empat bulan setelah mengasah kemampuannya.

Perjalanan kariernya tidak berhenti di situ. Selama menjalani bisnis kafe, Kid jelas mengalami banyak tantangan. Terlebih ia harus bertahan di tengah kondisi sulit pandemi saat itu.

Selama pandemi, bisnisnya sebenarnya tetap berjalan dengan baik. Bahkan, Kid punya beberapa pelanggan tetap. Ia juga perlahan memperluas menunya hingga mencakup makanan. Tetapi ketika masuk ke era new-normal, jumlah pengunjungnya justru menurun dan bisninya merugi.

Sampai situ Kid belum menyerah. Suatu hari ia bertemu dengan seorang pelanggan yang kemudian menjadi temannya.

Pelanggan yang merupakan seorang penjual mie Hokkien ini lalu menyarankan Kid untuk menutup bistronya dan beralih bekerja di warungnya saja.


"Dia bilang karena bisnisku sedang tidak berjalan dengan baik, aku harus mengurangi kerugian, menutup bisnisku, dan membantunya di kiosnya," cerita Kid.

Setelah mempertimbangkan beberapa hal, Kid menutup Starbrew by Laughing Cafe pada Desember 2023, dan mulai bekerja sebegai penjual makanan kaki lima.

Sejak saat itu, ia memiliki persepsi berbeda tentang mie Hokkien, sebuah hidangan mi khas peranakan yang memadukan antara mi kuning dan bihun lalu dimasak dengan cara ditumis menggunakan kaldu kepala udang atau kulit udang serta dilengkapi aneka topping.

Dari yang awalnya tidak suka dengan mie ini, sampai akhirnya Kid memiliki keinginan untuk mengeksplorasi lebih lanjut hidangan tersebut.

Kid mulai bekerja di warung temannya pada Januari 2024, tetapi tidak langsung berkesempatan untuk memasak mie Hokkien. Beberapa minggu pertama, ia bertugas menjadi penerima pesanan sambil mempelajari cara menyiapkan bahan baku dan kaldu.

Setelah tiga minggu, temannya mengizinkannya memasak mie hokkien, tetapi ia belum diizinkan untuk menyajikan hidangan tersebut ke pelanggan. Akhirnya setelah empat bulan berlatih, Kid diizinkan memasak untuk pelanggan.

Transisi dari pemilik kafe bistro menjadi pedagang kaki lima merupakan penyesuaian besar bagi Kid. Ia harus menghadapi jam kerja panjang sambil terus berdiri memasak pesanan pelanggan.

Tetapi Kid tidak menyerah karena jika dilihat kembali, hal ini yang menjadi pendorong agar dia belajar lebih banyak. Bulan Maret 2025, Kid keluar dari warung temannya untuk membuka warung mie Hokkien sendiri.

Setelah mencari banyak lokasi, Kid menemukan sebuah unit di East Coast Lagoon Food Village, Singapura. Ia resmi membuka warung mie Ah Yu Fried Prawn Noodle Hokkien Mee di bulan November tahun lalu.

Tinggalkan Karier Banker, Pria Ini Lebih Pilih Jualan Mie Kaki LimaKini pria tersebut membuka warung mie kaki lima sendiri. Foto: asiaone.com / Melissa Teo

Saat ini Kid menjalankan bsinisnya sebagian besar sendirian. Di malam hari, istirnya akan datang dan membantu. Tidak disebutkan biaya pengeluaran maupun penghasilan yang ia terima hingga saat ini. Tetapi menurutnya, jumlah penjualannya terus meningkat.

Memang awalnya, bisnis tersebut berjalan lambat, terutama karena lokasinya dekat dengan sebuah gerai mie Hokkien yang populer. Namun, itu bukan satu-satunya pesaing karena ada banyak penjual makanan kaki lime di East Coast Lagoon Food Village yang menjual hidangan sama.

Kid berpesan, "Pasti akan ada persaingan. Tapi menurut saya persaingan sehat itu tidak apa-apa. Dan saya tidak merasa sedang bersaing dengan mereka, saya hanya memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan."

Meski penjualan meningkat, jumlah pengunjung yang rendah terutama di akhir pekan masih menjadi masalah yang dihadapi Kid. Sementara itu, ia tetap akan fokus pada stabilisasi bisnis dan membangun basis pelanggan.

Ia juga mengajak orang-orang untuk tidak takut keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru. Meskipun industri perbankan menurutnya lebih menghasilkan, Kid tidak menyesal dengan keputusannya saat ini.

"Bahkan, saya merasa berada di tempat yang lebih baik saat ini," jelasnya.

Terdapat beberapa jenis mie hokkien yang dijual, ada yang ditambah topping udang dan cumi. Harganya pun dibanderol mulai dari $6 (Rp 82.680) hingga $12 (Rp 165.355) untuk ukuran besar.




(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads