Trump Akui Chinese Food Kuasai AS, Begini Fakta Sebenarnya!

Trump Akui Chinese Food Kuasai AS, Begini Fakta Sebenarnya!

Diah Afrilian - detikFood
Sabtu, 16 Mei 2026 13:00 WIB
Trump Akui Chinese Food Kuasai AS, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya!
Foto: Poeple
Jakarta -

Dalam kunjungan kenegaraan ke China, Presiden Donald Trump akui dominasi restoran Chinese di Amerika Serikat. Apakah klaim Trump benar? Seperti apa faktanya?

Kuliner kerap menjadi bagian menarik dalam hubungan antarnegara. Bahkan di tengah pembicaraan tentang politik antar dua negara, topik terkait kuliner juga disoroti.

Dilansir dari People (14/5/2026), Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan unik saat menghadiri jamuan kenegaraan di Beijing bersama Presiden China, Xi Jinping. Dalam pidatonya, Trump menyinggung restoran Chinese food di Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah suasana diplomatik yang hangat dalam kunjungan kenegaraan Trump ke China pada Mei 2026. Ia menyebut makanan Chinese di Amerika Serikat berkembang dan menjamur dengan cepat.

Dalam pidatonya, Trump menyebut bahwa restoran Chinese food di Amerika jumlahnya sangat besar hingga, menurut klaimnya, melampaui gabungan lima jaringan restoran cepat saji terbesar di Amerika. Begini fakta yang sesungguhnya tentang perkembangan Chinese food di Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

"Sama seperti banyak orang China sekarang menyukai bola basket dan celana jeans, restoran Chinese food di Amerika saat ini jumlahnya melebihi gabungan lima jaringan makanan cepat saji terbesar di Amerika Serikat," ujar Trump.

Chinese Fast Food Meal with Fried Rice Orange Chicken and Kung PaoTrump mengakui kepada Xi Jinping bahwa restoran Chinese food mulai menguasai AS. Foto: Getty Images/bhofack2

1. Trump Akui Makanan Chinese Mendominasi di AS

Dalam pidatonya, Trump mengatakan restoran Chinese food dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Amerika Serikat. Menurutnya, makanan khas China sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Amerika, baik di kota besar maupun daerah pinggiran.

Trump juga menyebut banyak warga Amerika yang rutin menikmati Chinese food sebagai pilihan makan siang atau makan malam. Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh budaya kuliner China di negeri tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam suasana diplomatik yang hangat saat jamuan makan malam kenegaraan di Beijing. Trump tampak berusaha menggunakan topik makanan sebagai simbol kedekatan budaya antara Amerika dan China.

2. Jumlah Restoran Chinese Food Makin Banyak

Trump mengklaim jumlah restoran Chinese food di Amerika bahkan melampaui gabungan lima jaringan restoran cepat saji besar. Meski terdengar berlebihan, hal tersebut memang benar terjadi.

Pada Maret 2023, terdapat sekitar 37 ribu restoran Chinese food di Amerika Serikat, menurut data Pew Research Center. Sementara itu, sejumlah organisasi lain kerap menyebut jumlahnya mencapai 45 ribu restoran, dengan merujuk pada data dari Chinese American Restaurant Association yang kini sudah tidak lagi aktif.

Lima jaringan restoran cepat saji terbesar di Amerika Serikat - Subway, Starbucks, McDonald's, Dunkin Donuts, dan Taco Bell - secara gabungan memiliki lebih dari 67 ribu gerai pada 2025. Data tersebut berasal dari majalah industri QSR yang mengumpulkan data langsung dari masing-masing perusahaan.

Meski begitu, jumlah restoran Chinese food sebanyak 45 ribu yang disebut oleh organisasi lainnya di Amerika Serikat tetap lebih banyak dibandingkan satu merek fast food mana pun. Jumlahnya juga melampaui gabungan dua merek terbesar, bahkan kemungkinan tiga merek terbesar sekaligus.

3. Adaptasi Menu dengan Selera Lokal

Popularitas Chinese food di Amerika tidak lepas dari proses adaptasi kuliner yang berlangsung selama bertahun-tahun. Banyak menu yang kini populer sebenarnya merupakan versi modifikasi agar sesuai dengan lidah masyarakat Amerika.

Hidangan seperti orange chicken, beef broccoli, hingga crab rangoon menjadi contoh Chinese-American food yang sangat terkenal. Menu-menu tersebut berbeda dengan makanan autentik yang umum ditemukan di China.

Adaptasi tersebut membuat Chinese food lebih mudah diterima masyarakat luas. Restoran Chinese food pun berkembang tidak hanya sebagai kuliner etnik, tetapi juga bagian dari budaya populer Amerika.

Chinese foodSalah satu alasannya ialah karena harga yang murah dan porsinya yang besar. Foto: Getty Images/iStockphoto/thesomegirl

4. Harganya Chinese Food yang Terjangkau

Salah satu alasan Chinese food begitu diminati di Amerika, adalah harganya yang relatif murah dengan porsi besar. Banyak restoran menawarkan paket makanan praktis yang cocok untuk makan bersama keluarga.

Di Amerika Serikat, restoran Chinese food memiliki layanan cepat dan buka hingga malam hari. Konsep ini membuatnya menjadi pilihan favorit bagi pekerja maupun mahasiswa yang tak memiliki waktu makan spesifik.

Kemudahan menemukan restoran Chinese food juga membuat kuliner ini semakin populer. Tidak sedikit masyarakat Amerika yang menganggap Chinese food sebagai comfort food sehari-hari.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Hidangan Kanton Autentik di Hai Wang Chinese Restaurant"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/sob)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads