Maksa minta diskon dan potongan harga usai makan di restoran, sekelompok pelanggan ini nekat pukuli pemilik restoran hingga babak belur. Begini kronologinya!
Keributan terjadi di sebuah restoran di kawasan Saroornagar, Hyderabad, India. Hal ini terjadi setelah sekelompok pelanggan meminta potongan harga tambahan untuk tagihan makanan mereka.
Dilansir dari Food NDTV (08/05/2026), insiden tersebut berujung aksi kekerasan yang menyebabkan sejumlah pegawai restoran mengalami luka-luka, termasuk pemilik restoran dan kasir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan kepolisian Hyderabad, kejadian itu bermula pada malam 2 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Empat orang pria datang ke restoran dan makan selama hampir dua jam. Setelah selesai makan, mereka menerima tagihan sebesar 5.900 rupee atau sekitar Rp 1,1 juta.
Tidak Ada Diskon Restoran Bikin Pelanggan Ngamuk Foto: Site News |
Kasir restoran bernama Nagendra menjelaskan bahwa pihak restoran sebenarnya sudah memberikan diskon sebesar 10% kepada para pelanggan tersebut. Namun, para pelanggan disebut tetap meminta potongan harga yang lebih besar. Mereka bahkan mengaku memiliki koneksi dengan kantor Deputy Commissioner of Police (DCP).
Permintaan itu ditolak pihak restoran karena dianggap sudah melewati batas kebijakan yang berlaku. Situasi kemudian memanas hingga terjadi adu argumen antara pelanggan dan staf restoran.
Tak lama setelah itu, kelompok pelanggan tersebut disebut meninggalkan lokasi sambil melakukan beberapa panggilan telepon. Mereka kemudian kembali bersama sekitar 20 hingga 30 orang lainnya. Menurut laporan polisi, kelompok tersebut datang membawa tongkat dan pisau sebelum menyerang pegawai restoran.
Aksi penyerangan itu menyebabkan beberapa karyawan mengalami luka akibat pukulan dan serangan senjata tajam. Area restoran juga mengalami kerusakan, termasuk bagian dapur yang disebut menjadi sasaran amukan massa.
Polisi Hyderabad langsung menerima laporan dari pihak restoran dan membuka penyelidikan atas kasus tersebut. Berdasarkan laporan yang diajukan Nagendra, polisi menetapkan sejumlah pasal, termasuk pengeroyokan, intimidasi kriminal, perusakan properti, serta tindakan berkumpul secara melawan hukum.
Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV dan keterangan saksi, polisi berhasil mengidentifikasi beberapa pelaku. Dua orang yang diduga menjadi pelaku utama diketahui bernama Yedula Prasan Reddy dan Yedula Yashwanth Reddy. Keduanya disebut sudah memiliki catatan kriminal sebelumnya.
Saat ini kepolisian Hyderabad telah membentuk tim khusus untuk memburu seluruh pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Polisi juga masih menyelidiki klaim para pelaku terkait hubungan mereka dengan kantor DCP.
Sementara itu, para korban yang mengalami luka telah mendapatkan perawatan medis dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil.
(sob/adr)


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN