Viral seorang konsumen komplain karena sosis yang ia beli basi. Untuk menghindari insiden tidak menyenangkan seperti itu, kamu bisa perhatikan ciri-ciri sosis tak layak ini.
Baru-baru ini ada sebuah insiden viral yang menyita perhatian banyak orang di media sosial. Berawal dari seorang konsumen yang komplain lewat unggahan di Instagramnya @novasn_ pada Selasa (6/5).
Heboh Sosis Diduga Basi Beredar, Konsumen Ngaku 'Diteror' usai Komplain Foto: Instagram/@novasn_ |
Nova memperlihatkan bagian ujung sosis yang ia beli berubah warna menjadi kehitaman. Sayangnya, sebelum menyadari hal ini Nova sudah sempat memakan sosis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah unggahannya viral, perusahaan So Good selaku yang memproduksi sosis So Nice menghubungi Nova lewat pesan Instagram dan memintanya menghapus unggahan tersebut.
Namun Nova menolak lantaran sudah kecewa, trauma, dan merasa jijik mengetahui sosis yang ia makan berubah warna.
Terlepas dari insiden tersebut, para konsumen bisa memperhatikan sejumlah ciri-ciri sosis yang sudah tidak layak dikonsumsi.
Sosis sendiri merupakan produk daging olahan yang bisa dengan mudah rusak, terutama jika kondisi penyimpanannya tidak tepat.
Beberapa jenis sosis juga memiliki umur simpan cukup pendek. Oleh karena itu, penting mempelajari tanda-tanda pembusukan sosis untuk menghindari keracunan makanan.
Dilansir dari foodsguy.com (8/5), berikut ciri-ciri sosis busuk yang bisa diperhatikan.
1. Perhatikan jenis-jenis sosis
Beberapa sosis masih dalam keadaan mentah jadi harus dimasak terlebih dahulu. Foto: iStock |
Ada beragam jenis sosis yang bisa ditemukan di pasaran. Tergantung variasinya, ada yang selubung sosisnya terbuat dari bahan alami, terbuat dari usus, kulit hewan, atau sintetis dari kolagen.
Meskipun begitu, terdapat 4 kategori utama sosis:
1. Sosis segar : sosis ini tidak mengalami proses pemanasan selama produksi. Kondisinya mentah sehingga perlu dimasak sebelum dikonsumsi. Biasanya sosis ini terbuat dari daging giling, lemak, dan berbagai bumbu. Campuran ini laiu dimasukkan ke dalam selubung.
2. Sosis yang sudah dimasak sebelumnya : sosis ini biasanya punya konsistensi yang halus. Mereka telah melalui pematangan, seperti direbus, dikukus, atau diasap saat diproduksi, sehingga secara teknis bisa langsung dimakan.
3. Sosis asap : ada juga sosis yang melalui proses pengasapan. Menghasilkan aroma khas, warna kecokelatan, dan rasa gurih mendalam.
4. Sosis yang diawetkan: sosis ini mengalami proses pengasinan bertujuan untuk memperpanjang umur simpan dan mencegah pembusukan.
2. Lihat tanggal kedaluwarsa dan tampilan kemasan
Selain memerhatikan jenis sosis, penting juga untuk melihat tanggal kedaluwarsa di kemasan. Foto: Getty Images/iStockphoto/sergeyryzhov |
Setelah mengetahui jenis sosis yang dibeli, jangan lupa untuk selalu memperhatikan tanggal kedaluwarsa dan tampilan kemasan sebelum dikonsumsi.
Jika produk telah melewati tanggal kedaluwarsanya, produk tersebut tidak boleh dikonsumsi dalam keadaan apapun. Tanggal kedaluwarsa menunjukkan kesegaran dan keamanan produk dan menjadi metode untuk mengidentifikasi sosis yang rusak.
Kemasan produk juga dapat menunjukkan kondisi isinya. Jika kemasannya robek atau berlubang atau menunjukkan tanda-tanda infeksi, produk harus dibuang.
3. Perhatikan aroma dan warna produk
Aroma dan rasa sosis yang tidak biasa juga bisa jadi indikasi kebusukan.Foto: Istimewa |
Aroma yang muncul dari produk sosis adalah faktor penting lainnya. Sosis yang bagus punya aroma segar, seperti daging segar atau rempah-rempah. Jika mencium bau yang tidak sedap, asam, atau aneh, hal tersebut bisa mengidentifikasikan pembusukan produk.
Selain itu, warna sosis juga perlu diperhatikan. Sosis segar punya warna yang seragam. Jika ada bintik-bintik aneh, atau permukaan sosis mengalami pengelupasan tidak biasa, hal tersebut bisa jadi menunjukkan pembusukan.
Sosis yang sudah tidak layak juga menunjukkan ciri-ciri permukaan yang menghitam. Hal ini merupakan indikasi kuat sosis sudah basi, berjamur, atau membusuk.
4. Perhatikan rasa dan tekstur produk
Kenali juga rasa dari produk tersebut. Jika produk sosis punya rasa pahit, perubahan tekstur, atau keluar cairan, lebih baik sosis dibuang. Meski tanda fisiknya bagus, jika rasanya sudah tidak enak, disarankan juga untuk tidak memakan sosisnya.
Jika ada cairan lendir lengket di selongsong luar atau bagian dalam sosis, itu juga menjadi tanda sosis tidak layak dikonsumsi atau kedaluwarsa.
Sosis yang terasa kenyal dan longgar saat disentuh menandakan sosis sudah tak layak konsumsi.
5. Umur simpan sosis
Umumnya sosis bertahan hingga 2 bulan jika dimasukkan ke dalam freezer. Suhu freezer yang stabil membuat sosis akan tetap aman dikonsumsi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Sedangkan di suhu ruang, sosis mentah hanya bisa bertahan kurang dari 2 jam. Secara umum, semua jenis sosis yang membutuhkan pendinginan tidak boleh dibiarkan pada suhu kamar lebih dari 2 jam.
Beberapa orang mungkin tidak sengaja mengonsumsi sosis yang sudah basi. Hal ini pun mampu meningkatkan risiko keracunan makanan. Tetapi, tergantung pada bakteri apa yang ada di dalam sosis. Jika mengandung bakteri Salmonella atau listeria, bisa jadi produk tersebut berisiko membuat jatuh sakit.
Sebaiknya jangan pernah mengambil risiko untuk makan sosis yang mungkin sudah basi. Kamu bisa mengalami keracunan makanan dengan gejala seperti mual dan kram.
Simak Video "Sosis Legend, Dibuat dengan Mesin Berusia 48 Tahun!"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN