Kedatangan seorang tunawisma, pemilik kedai dibuat iba. Tunawisma yang minta sepotong ikan sebagai lauk enggan makan di kedainya karena penampilan yang lusuh.
Kehidupan yang sulit seringkali membuat beberapa orang merasa rendah diri. Padahal masih banyak orang baik dengan empati yang tinggi tak sungkan menolong.
Misalnya pemilik kedai yang kerap membagikan makanan kepada tunawisma. Mereka yang berbaik hati akan menganggap semua orang layak mendapatkan perlakuan yang sama tanpa harus merendahkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang terjadi di kedai makanan di Penang, Malaysia, ini sampai membuat seorang pemilik kedai merasa iba. Dilansir dari World of Buzz, (1/5/2026) sebuah restoran nasi kandar terkenal membagikan pengalaman mereka saat bertemu seorang pria tunawisma lanjut usia.
Sebuah kedai kedatangan seorang tunawisma yang bikin pemiliknya iba. Foto: World of Buzz |
Pria tersebut awalnya terlihat tidur di halte bus sebelum akhirnya masuk ke kedai makan tersebut. Mengenakan pakaian yang tampak lusuh, ia memesan makanan paling sederhana dengan suara pelan.
Saat memesan, pria itu hanya memilih nasi putih dan telur. Ketika ditawari lauk tambahan, ia dengan sopan menolak dan menjelaskan bahwa ia hanya memiliki uang sebesar 2 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp8 ribuan.
"Saat aku tanya apakah ia ingin makanan lain, dia bilang hanya punya 2 Ringgit, dan memperlihatkan dua buah uang 1 Ringgit yang lusuh. Aku bilang kepadanya, itu tak masalah, boleh pesan apa saja karena ada yang membayar makanannya," ujar pemilik kedai tersebut.
Mendengar kalimat itu, tunawisma tersebut langsung kegirangan. Ia meminta sepotong ikan sebagai lauk makannya sebab sudah lama tidak pernah makan ikan.
Tunawisma ini hanya minta satu lauk dan enggan makan di kedai sebab merasa akan mengganggu pelanggan lain gegara penampilannya yang lusuh. Foto: World of Buzz |
Tetapi setelah mendapat makanannya, tunawisma tersebut langsung pergi. Ia mengaku enggan makan di kedai khawatir pakaiannya yang lusuh akan membuat orang lain tidak nyaman.
Ia meminta makanannya dibungkus. Kemudian kembali pada halte bus tempat dirinya biasa tidur, untuk duduk dan makan di sana.
"Orang seperti itu tidak meminta uang yang banyak atau apapun yang mahal. Mereka hanya ingin makan. Bahkan sepotong ikan membuatnya sangat senang. Kejadian ini mengingatkan kita bagaimana harus bersyukur pada kehidupan yang dijalani," tutup pemilik kedai tersebut.
Seorang pria yang tak punya rumah atau meja makan saja bisa menikmati makanannya dengan hati yang senang. Pemilik kedai juga mengingatkan untuk senantiasa bersyukur karena mereka yang beruntung tak perlu melalui kondisi sulit seperti itu.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN