Menggantikan susu sapi untuk campuran kopi menggunakan susu oat dianggap lebih sehat. Tetapi ada beberapa fakta tersembunyi bahwa susu oat tak sepenuhnya sehat.
Dalam beberapa tahun terakhir, kopi dengan campuran susu oat atau oat milk menjadi salah satu minuman yang sangat populer. Terutama di kalangan anak muda dan pecinta gaya hidup sehat.
Banyak coffee shop kini menawarkan pilihan ini sebagai alternatif dari susu sapi. Teksturnya yang creamy dan rasanya yang lembut membuat kopi terasa lebih lembut di lidah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, di balik popularitasnya, ada sejumlah fakta tentang kopi dengan campuran susu oat. Termasuk efeknya terhadap kesehatan. Benarkah sepenuhnya sehat?
Berikut ini 7 fakta kopi campur susu oat dilansir dari berbagai sumber:
Kopi susu oat banyak digemari sebab teksturnya yang lebih creamy. Foto: Istimewa |
1. Tekstur yang Lebih Creamy
Salah satu alasan utama susu oat banyak digunakan dalam kopi adalah teksturnya yang creamy. Ketika dicampurkan ke dalam kopi, susu oat mampu memberikan sensasi lembut yang menyerupai susu sapi.
Susu oat juga cocok jika dipadukan dengan berbagai racikan kopi, seperti cappuccino hingga latte. Selain itu, rasa alami oat yang sedikit manis membuat kopi terasa lebih ringan dan tidak terlalu pahit.
2. Alternatif Susu Tanpa Laktosa
Susu oat merupakan alternatif nabati yang bebas laktosa, sehingga cocok untuk orang dengan intoleransi laktosa. Sebab mereka yang intoleran laktosa, kerap mengalami gangguan pencernaan setelah konsumsi susu sapi.
Kehadiran susu oat yang cocok untuk dipadukan dengan kopi seolah menjadi alternatifnya. Selain itu, susu oat juga populer di kalangan vegan karena tidak berasal dari hewan.
3. Kandungan Serat yang Tinggi
Berbeda dengan banyak jenis susu lainnya, susu oat mengandung serat dengan jenis beta glukan. Serat ini dikenal memiliki manfaat dalam membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.
Ketika dikombinasikan dengan kopi, minuman ini melengkapi tambahan manfaat nutrisi selain kafein. Meski jumlah seratnya tidak sebanyak oatmeal utuh, tetapi cukup membantu untuk tubuh.
4. Tidak Aman untuk Gula Darah
Susu oat cenderung memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dibandingkan susu lain. Tak hanya susu hewani, tetapi juga dibandingkan dengan susu nabati lain seperti susu almond atau susu kedelai.
Hal ini karena bahan dasarnya adalah gandum oat yang memang kaya karbohidrat. Akibatnya, konsumsi kopi dengan susu oat yang ditambah gula atau sirup, dapat menyebabkan kenaikan gula darah lebih cepat.
5. Mengandung Banyak Gula Tambahan
Tidak semua susu oat di pasaran memiliki komposisi yang sama. Banyak produk kemasan yang ditambahkan gula, minyak, atau bahan lain untuk meningkatkan rasa dan tekstur.
Jika digunakan dalam kopi, tambahan gula ini bisa membuat minuman menjadi tinggi kalori tanpa disadari. Sehingga penting untuk membaca label susu oat sebelum mengonsumsinya.
Sayangnya, susu oat memiliki kandungan protein yang lebih sedikit. Foto: iStock |
6. Kandungan Protein yang Rendah
Salah satu kekurangan susu oat adalah kandungan proteinnya yang relatif rendah. Dibandingkan susu sapi yang kaya protein, susu oat hanya mengandung sedikit protein per sajian.
Dalam 100 ml susu oat, umumnya terkandung sekitar 0,4 - 1 gram protein. Sementara 100 ml susu sapi umumnya mengandung sekitar 3,2 - 3,4 gram protein.
Hal ini berarti kopi dengan susu oat tidak memberikan rasa kenyang yang sama seperti kopi dengan susu sapi. Pada beberapa diet, terutama yang tinggi protein, susu ini tak cocok dikonsumsi.
7. Kalori yang Tersembunyi
Rasanya yang enak dan ringan, membuat kopi susu oat sering diminum tanpa terasa berlebihan. Padahal, kandungan kalori dalam susu oat terbilang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi secara rutin dalam jumlah besar, minuman ini berpotensi berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Penting untuk tetap mengonsumsi kopi susu oat dalam takaran sewajarnya.
Simak Video "Video: Bersantai Ditemani Kopi Susu Anggur di Majalengka"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/sob)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN