Beberapa toko fish and chips terbukti melakukan pelanggaran dalam investigasi. Fish and chips yang seharusnya menggunakan ikan cod diganti dengan ikan patin. Ini kronologinya.
Fish and chips selama ini dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional paling ikonik di Inggris. Hidangan ini identik dengan potongan ikan cod atau haddock yang renyah dan gurih.
Sebab dianggap sebagai kuliner tradisionalnya, gerai-gerai penjual fish and chips di Inggris begitu diperhatikan kualitasnya. Sayangnya, beberapa toko dan restoran yang terungkap mencoba menipu pelanggannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari BBC News, (1/5/2026), sebuah investigasi terbaru dari BBC mengungkap praktik di sejumlah toko atau kedai fish and chips di Inggris. Alih-alih menggunakan ikan tradisional seperti cod (ikan kod) atau haddock, beberapa penjual ternyata menggantinya dengan ikan yang harganya jauh lebih murah.
Sebuah toko fish and chips terbukti bersalah gegara mengganti ikan cod menjadi ikan patin. Foto: BBC |
Ikan yang masih satu spesies dengan catfish ini, sejak dulu sudah populer di Asia Tenggara terutama di Indonesia. Ikan ini aman dikonsumsi dan memiliki tekstur yang berserat halus, dengan rasa gurih dan sedikit manis.
Meski rasanya enak dan tidak berbahaya, tapi ikan patin memang tidak terlalu populer di Inggris. Sehingga banyak orang yang merasa terbohongi atau tertipu saat mengetahui menu fish and chips yang mereka beli ternyata menggunakan ikan patin.
Dalam investigasi terkait, tim BBC melakukan pengujian DNA terhadap sampel ikan dari berbagai toko dan kedai yang menjual fish and chips di Inggris.
Pengujian DNA yang dilakukan oleh tim dari Liverpool John Moores University mengungkap bahwa tiga dari sepuluh sampel yang diuji merupakan pangasius atau ikan patin.
"Kami menggunakan metode DNA barcoding untuk mengidentifikasi spesies, dan hasilnya menunjukkan tiga sampel fish and chips menggunakan ikan patin." ujar Profesor Stefano Mariani dari Liverpool John Moores University .
Secara harga, pangasius memang jauh lebih murah dibandingkan ikan laut seperti cod atau haddock. Pangasius dijual sekitar Β£3,40 (Rp 80 ribu) per kilogram, sedangkan cod bisa mencapai Β£15 (Rp 353 ribu) per kilogram. Selisih harga inilah yang diduga mendorong sebagian pelaku usaha untuk mengganti bahan tanpa memberi tahu pelanggan.
Walaupun bukan ikan berbaya, kritikus menilai aksi ini serupa dengan penipuan terhadap pelanggan. Foto: BBC |
Sementara itu, ikan patin sering diimpor dari negara lain dengan standar produksi yang bisa berbeda-beda. Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan tentang kualitas, keamanan pangan, dan dampak lingkungan.
Beberapa pemilik toko fish and chips membela diri dengan mengatakan bahwa harga ikan tradisional telah melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat mereka sulit mempertahankan harga jual yang terjangkau bagi pelanggan.
Sebagai solusi, mereka beralih ke alternatif yang lebih murah seperti ikan patin. Namun, para kritikus makanan menegaskan bahwa jika memang menggunakan ikan alternatif selain ikan cod, pemilik toko atau kedai wajib menuliskan jenis ikan yang digunakan secara jelas agar tidak mengelabui konsumen.
Kasus ini juga memicu reaksi dari otoritas pengawas makanan di Inggris. Ditegaskan bahwa penjual yang melakukan misinformasi pada label makanan yang dijual, termasuk ke dalam aksi yang melanggar hukum perlindungan konsumen dan dapat disanksi denda maupun hukuman lain.
(dfl/sob)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN