Tinta cumi mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, cairan hitam yang kental ini sudah lama digunakan dalam berbagai masakan di dunia. Ini fakta menariknya!
Tinta cumi dikenal dapat memberikan cita rasa yang khas dan kuat, sekaligus tampilan warna hitam pekat yang unik. Tapi banyak yang belum tahu, dari mana tinta cumi berasal?
Dilansir dari Tasting Table (02/05/2026), tinta cumi sebenarnya berasal dari kelompok hewan laut bernama cephalopoda, seperti cumi-cumi, gurita, dan sotong, yang mengeluarkan cairan tersebut sebagai mekanisme pertahanan diri di alam liar atau dari predator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam dunia kuliner, tinta tersebut justru dimanfaatkan karena warna dan rasanya yang khas. Meski sering disebut tinta cumi, sebagian besar produk yang beredar justru berasal dari sotong karena rasanya lebih ringan dan mudah diterima lidah.
tinta cumi. Foto: Getty Images/iStockphoto/ |
Perbedaan lainnya terlihat pada warna, di mana tinta sotong cenderung cokelat kehitaman, sedangkan tinta cumi berwarna biru kehitaman.
Menyoal proses pengambilannya, tinta dilakukan saat hewan dibersihkan dengan cara mengambil kantong tinta secara hati-hati agar tidak pecah dan meninggalkan noda membandal.
Jumlah tinta yang dihasilkan bergantung pada ukuran hewan. Untuk bahan masakan, tinta biasanya diencerkan dengan air atau cuka agar porsinya lebih banyak.
Dari segi tampilan, tinta cumi memberikan warna hitam pekat yang mencolok pada makanan. Warna ini sering dimanfaatkan untuk menciptakan tampilan hidangan yang unik dan menarik.
Salah satu restoran yang pernah menggunakan tinta cumi adalah restoran cepat saji McDonald's di Jepang, mereka pernah merilis menu burger dengan roti berwarna hitam.
Tinta cumi Foto: iStock |
Selain warna yang unik, tinta cumi juga memiliki rasa khas seafood yang asin dan umami. Karakter rasa ini membuatnya sering dipadukan dengan hidangan laut lain agar saling melengkapi. Penggunaan tinta cumi cukup luas dalam berbagai masakan dunia.
Di Spanyol, ada hidangan arrΓ²s negre, yaitu nasi hitam yang dimasak dengan tinta cumi, bawang putih, paprika, minyak zaitun, dan kaldu seafood.
Hidangan serupa seperti fideuΓ negra, menggunakan mie sebagai pengganti nasi. Sementara di Italia, tinta cumi sering digunakan untuk membuat pasta hitam yang dikenal sebagai pasta al nero di seppia. Hidangan ini biasanya disajikan dengan bawang putih, white wine, dan potongan cumi untuk memperkuat cita rasanya.
Meski digunakan sebagai alat pertahanan, tinta ini tidak beracun dan aman untuk dikonsumsi. Menurut situs Healthline, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tinta cumi memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan anti-kanker.
Fakta menarik tinta cumi Foto: iStock |
Selain itu, tinta cumi disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah, meredakan tukak lambung, dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Dari sisi nutrisi, tinta cumi kaya akan zat besi, tembaga, kalium, serta asam amino esensial glutamat, lengkap dengan kandungan dopamin yang tinggi. Hal tersebut dapat membantu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta meredakan kecemasan.
Untuk mendapatkannya, tinta cumi bisa diambil langsung dari cumi atau sotong segar. Bahan makanan yang satu ini juga dijual dalam bentuk kemasan praktis di supermarket dan pasar tradisional.
(sob/sob)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN