Menjadi pemain baru dalam industri kopi, Lucky Cup hadir dengan masif. Merek kopi milik Mixue ini berhasil membuka 10.000 cabang di China dalam waktu singkat.
Ekspansi brand minuman asal China semakin agresif dalam beberapa tahun terakhir. Terutama melalui perusahaan seperti Mixue Group yang sukses besar dengan konsep menyajikan minuman dan es krim harga murah.
Tidak berhenti di es krim dan teh, perusahaan ini juga masuk ke industri kopi melalui Lucky Cup. Merek ini menawarkan racikan kopi yang segar dengan harga yang murah meriah dan menjangkau seluruh kalangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspansinya begitu pesat, bahkan sudah merambah pasar di luar negara Tiongkok. Konon cabangnya sendiri sudah mencapai 10.000 toko termasuk di luar negeri.
Berikut beberapa fakta menarik seputar Lucky Cup yang dilansir dari Dao Insight dan InsideRetail (02/05/2026):
Merek kopi asal China, di bawah naungan Mixue Group ini berhasil merajai pasar kopi. Foto: Istimewa |
1. Raksasa F&B Kopi di China
Lucky Cup adalah brand kopi yang berada di bawah naungan Mixue Group. Merek kopi ini datang dari perusahaan asal China yang terkenal lewat jaringan minuman murah seperti es krim dan bubble tea.
Mixue sendiri kini berkembang menjadi salah satu jaringan F&B terbesar di dunia, dengan puluhan ribu gerai yang tersebar di berbagai negara. Bahkan menurut data dari The Wall Street Journal, di 2025 Mixue sempat memiliki cabang lebih dari 45,000 di berbagai negara, dengan lokasi gerai terbanyak berada di China
Sehingga kemunculan Lucky Cup ini menjadi peluang baru bagi Mixue Group untuk ekspansi bisnis kopi dengan memanfaatkan rantai pasok, distribusi, hingga sistem operasional yang sudah matang. Selain itu, filosofi Mixue yang berfokus pada harga terjangkau juga diterapkan secara konsisten di Lucky Cup.
2. Ekspansi 10.000 Gerai di China
Meski sudah berdiri sejak 2017, Lucky Cup tergolong pemain baru di industri kopi di China. Namun dalam waktu kurang dari satu dekade, mereka berhasil mencapai lebih dari 10.000 gerai.
Jumlah gerainya tersebut membuat Lucky Cup kini menjadi salah satu jaringan kopi terbesar di China. Posisinya berada di belakang Luckin Coffee dan Cotti Coffee yang sudah populer lebih dahulu.
Persaingan ini justru yang membuat Lucky Cup semakin agresif menambah gerainya. Bahkan mereka mampu membuka lebih dari 1.000 gerai hanya dalam kurun waktu satu bulan.
3. Strategi Kopi Harga Murah
Salah satu faktor kunci kesuksesan Lucky Cup adalah strategi harga yang sangat murah. Produk mereka dijual di kisaran 6-8 yuan atau sekitar Rp 15.100 - Rp 20.300.
Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan banyak brand kopi lain di China. Fokusnya ialah membuat kopi tak lagi menjadi minuman premium tetapi sebagai konsumsi sehari-hari yang terjangkau.
Target utama Lucky Cup adalah pelajar, pekerja, dan warga lokal yang sensitif terhadap harga. Walaupun murah, Lucky Cup bisa tetap profit karena biaya produksinya sangat efisien, berkat dukungan rantai pasok Mixue yang terintegrasi.
Melalui konsep franchisenya, Lucky Cup kini memiliki lebih dari 10 ribu gerai. Foto: Istimewa |
4. Franchise dan Ekspansi yang Masif
Pertumbuhan pesat Lucky Cup tidak lepas dari model bisnis franchise yang mereka terapkan sejak 2020. Berkat konsep kemitraan (franchise), brand ini bisa berkembang cepat tanpa harus menanggung seluruh biaya ekspansi sendiri.
Model ini juga membuat Lucky Cup mudah masuk ke berbagai wilayah, termasuk kota-kota kecil yang sering diabaikan brand kopi premium. Justru di kota-kota kecil tersebut permintaan terhadap kopi murah sangat tinggi.
Saat ini, Lucky Cup sudah ada di lebih dari 300 kota di China. Pada awal 2025 mereka berhasil membuka banyak gerai di luar negeri seperti di Malaysia, termasuk beberapa negara di Asia Tenggara yang sedang diincar untuk ekspansi selanjutnya.
Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/sob)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN