Seorang konten kreator berniat baik membantu durian yang alami lonjakan produksi. Ia yang merugi hingga Rp4,4 miliar malah dituduh merusak harga pasar.
Di Asia Tenggara, durian dikenal sebagai raja buah yang punya banyak peminatnya. Ketika musimnya tiba, banyak durian yang legit akan dijual besar-besaran.
Apalagi ketika dipromosikan oleh konten kreator atau sosok yang terkenal di media sosial. Berniat ingin membuat petani durian pada musim panen seorang konten kreator nekat jualan durian online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, niat baiknya harus dibayar mahal. Dilansir dari Bangkok Post,(29/4/2026), konten kreator Pimradaporn Benjawattanapat atau Pimrypie menjadi sorotan setelah menggelar aksi jual durian dengan harga super murah.
Gegara lonjakan panen durian yang berlebih, petani durian di Thailand kebingungan memasarkan buahnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Yurich84 |
Lewat siaran langsung di media sosial, ia menjual durian hanya 100 baht atau sekitar Rp45 ribu per buah. Jauh di bawah harga pasaran.
Pimrypie mengaku sengaja melakukan kampanye tersebut untuk membantu petani durian Thailand. Memasuki musim panen ini, para petani menghadapi lonjakan produksi dan penurunan permintaan ekspor.
Namun, keputusan itu membuatnya harus menanggung kerugian fantastis hingga lebih dari 10 juta baht atau sekitar Rp4,4 miliar. Dalam siaran langsungnya, Pimrypie membeli durian langsung dari kebun di Chanthaburi, Thailand.
Ia bahkan membeli hasil panen tanpa memilih ukuran atau kualitas tertentu agar petani bisa langsung menjual stok mereka. Tetapi ada yang menuduh dirinya berusaha merusak harga pasar.
Sampai akhirnya seorang influencer mencoba membantu mereka, tetapi dianggap merusak harga pasar. Foto: Bangkok Post |
"Tujuan saya bukan merusak harga pasar, tapi membantu petani menghabiskan stok yang berlebih," ujar Pimrypie dalam siaran tersebut.
Durian yang dijual seharga 100 baht itu sebagian besar merupakan jenis Monthong grade lebih rendah untuk pasar domestik. Sementara durian premium dengan ukuran lebih besar tetap dijual dengan harga lebih tinggi, berkisar 480 baht atau sekitar Rp215 ribu per buah.
Aksinya berjualan durian secara online berhasil menarik perhatian banyak orang. Lebih dari 800 ribu orang menonton secara bersamaan di TikTok dan Facebook.
Sebanyak 200 ribu durian disebut-sebut terjual dalam semalam. Hanya saja, niatnya menolong petani sampai harus merugi besar menjadi kesalahpahaman bagi distributor durian di pasaran.
"Kalau buah-buah itu dibiarkan busuk di kebun, kerugiannya justru lebih besar bagi petani," jelas Pimrypie menyampaikan klarifikasinya.
(dfl/dfl)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN