10 Jenis Beras Paling Populer di Dunia, Ada Basmati hingga Beras Terlarang!

10 Jenis Beras Paling Populer di Dunia, Ada Basmati hingga Beras Terlarang!

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Selasa, 28 Apr 2026 06:00 WIB
Cooked Black Rice in white Plate with Chopsticks. Traditional Organic Food.
Foto: Getty Images/iStockphoto/alpaksoy
Jakarta -

Tak hanya beras putih saja yang enak, ada berbagai jenis beras di dunia yang tak kalah populer. Mulai dari basmati sampai beras terlarang. Berikut daftarnya!

Beras menjadi salah satu bahan pangan paling penting di dunia, terutama di kawasan Asia. Selain sebagai sumber energi, beras juga mengandung karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Menariknya, setiap jenis beras memiliki karakteristik berbeda, mulai dari bentuk, aroma, hingga cara memasaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Times of India (27/04/2026), berikut 10 jenis beras populer di dunia beserta keunikan dan cara terbaik mengolahnya.

ADVERTISEMENT

1. Beras Basmati

Nasi kebuli, resep olahan beras basmati yang lezat dan mudah dibuat di rumah.Nasi kebuli dari beras basmati. Foto: stockking/Freepik

Beras basmati dikenal sebagai beras premium berbulir panjang dengan aroma khas yang harum. Umumnya berasal dari India dan Pakistan, beras ini sering digunakan untuk hidangan seperti biryani dan pilaf. Saat dimasak dengan benar, teksturnya ringan dan tidak saling menempel.

Proses memasaknya membutuhkan pembilasan berulang dan takaran air yang tepat agar butirannya tetap panjang dan terpisah. Basmati cocok dipadukan dengan kari, daging panggang, maupun olahan kacang-kacangan karena rasanya tidak mendominasi.

2. Beras Jasmine

Heap of raw Jasmine rice  on white backgroundHeap of raw Jasmine rice on white background Foto: iStock


Berasal dari Thailand, Beras jasmine memiliki tekstur lembut serta sedikit lengket setelah dimasak. Berbeda dengan basmati, beras ini cenderung menyatu sehingga cocok untuk hidangan berkuah seperti kari atau tumisan khas Asia Tenggara.

Aromanya wangi dan rasanya ringan. Untuk mempertahankan kandungan patinya, beras jasmine biasanya tidak dicuci terlalu lama. Karakteristiknya yang mudah menyerap bumbu membuatnya sering dijadikan pendamping berbagai masakan berbumbu kuat.

3. Beras Arborio

Arborio merupakan beras berbutir pendek (short grain) yang populer dalam masakan Italia, terutama risotto. Kandungan patinya tinggi, sehingga menghasilkan tekstur creamy saat dimasak. Proses memasaknya dilakukan dengan cara dipanaskan perlahan sambil terus diaduk agar cairan terserap secara bertahap.

Bagian dalamnya tetap sedikit kenyal, sementara bagian luarnya lembut. Beras ini cocok dipadukan dengan keju, jamur, atau seafood untuk menghasilkan cita rasa yang kaya dan tekstur khas.

4. Beras Carnaroli

Carnaroli sering disebut sebagai raja beras dari Italia karena kualitasnya yang unggul. Kandungan patinya lebih tinggi dibandingkan arborio, tetapi tetap mampu mempertahankan bentuknya saat dimasak. Hal ini membuatnya ideal untuk hidangan risotto kelas atas dengan tekstur lembut namun butiran tetap utuh.

Beras ini memberikan keseimbangan antara kekentalan dan struktur, sehingga banyak digunakan oleh koki profesional untuk menciptakan hidangan yang lebih presisi dan berkelas.

5. Brown Rice

Wooden bowl with uncooked brown rice isolated on white background. Top viewWooden bowl with uncooked brown rice isolated on white background. Top view Foto: Getty Images/iStockphoto/igoriss

Beras cokelat atau brown rice merupakan beras utuh yang masih memiliki lapisan dedak dan embrio. Hal ini membuatnya kaya serat, vitamin, dan mineral. Teksturnya lebih kenyal dengan rasa sedikit gurih alami. Karena minim proses pengolahan, waktu memasaknya lebih lama dibanding beras putih.

Beras ini cocok dipadukan dengan sayuran, kacang-kacangan, maupun protein tanpa lemak. Selain menyehatkan, rasanya yang khas membuatnya cocok untuk berbagai hidangan sederhana maupun modern.

6. Beras Ketan (Glutinous Rice)

Resep Mango Sticky RiceBeras ketan. Foto: iStock

Beras ketan cukup populer diolah jadi berbagai hidangan di Asia, beras dikenal dengan teksturnya yang sangat lengket karena kandungan pati tinggi. Meski disebut glutinous, beras ini tidak mengandung gluten.

Biasanya dimasak dengan cara dikukus, bukan direbus, untuk menghasilkan tekstur yang padat dan mudah dibentuk. Beras ketan banyak digunakan dalam hidangan Asia, baik manis seperti kue tradisional maupun gurih seperti dumpling. Kemampuannya menyatu membuatnya unik dan fleksibel untuk berbagai olahan.

7. Beras Bomba

Berasal dari Spanyol dan terkenal dalam hidangan paella, beras bomba mampu menyerap cairan hingga tiga kali lipat tanpa menjadi lembek. Meski menyerap banyak kaldu, butirannya tetap utuh dan terpisah.

Proses memasaknya membutuhkan perhatian agar cairan terserap merata. Keunggulan ini membuat beras bomba mampu menyerap rasa dari bumbu tanpa kehilangan teksturnya, sehingga menghasilkan hidangan yang kaya rasa dan berkarakter.

8. Beras Hitam (Forbidden Rice)
Beras hitam memiliki warna ungu kehitaman karena kandungan antioksidan tinggi, terutama antosianin. Dahulu, beras ini hanya dikonsumsi oleh kalangan bangsawan sehingga dijuluki forbidden rice (beras terlarang).

Setelah dimasak, warnanya menjadi ungu gelap dengan rasa sedikit manis dan gurih. Beras ini cocok untuk hidangan manis seperti puding maupun sajian gurih seperti salad. Selain unik secara visual, kandungan nutrisinya juga lebih tinggi dibanding beras biasa.

9. Beras Sona Masuri

Beras Sona Masuri merupakan beras berbutir sedang yang populer di India Selatan. Teksturnya ringan dan mudah dicerna, sehingga sering digunakan untuk konsumsi sehari-hari.

Rasanya lembut dengan aroma ringan, cocok untuk berbagai hidangan seperti nasi putih, nasi berbumbu, hingga makanan fermentasi. Waktu memasaknya relatif cepat, sehingga praktis digunakan. Beras ini juga mudah dipadukan dengan lauk berkuah atau sambal khas India.

10. Beras Merah (Red Rice)

Ilustrasi beras merahIlustrasi beras merah Foto: Getty Images/iStockphoto/arto_canon

Beras merah memiliki warna kemerahan karena lapisan dedaknya masih utuh. Teksturnya lebih keras dibanding beras putih dan membutuhkan waktu memasak lebih lama. Rasanya cenderung gurih dan sedikit kacang-kacangan.

Beras ini kaya serat dan nutrisi, sehingga banyak digunakan dalam pola makan sehat. Umumnya disajikan bersama kari berbasis santan atau lauk sederhana. Karakteristiknya yang khas membuatnya berbeda dari jenis beras lainnya, baik dari segi rasa maupun manfaat.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Siswa soal MBG Beras Dibagikan Seminggu Sekali: Cuma Cukup 2 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/sob)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads