Nasi merupakan salah satu makanan paling umum di dunia dan dikonsumsi oleh lebih dari setengah populasi global setiap hari. Siapa sangka makanan ini usianya sudah lebih dari 9.000 tahun!
Olahan nasi bisa ditemukan di negara mana saja, mulai dari hidangan sushi di Jepang, paella di Spanyol, hingga nasi goreng yang jadi favorit di Asia Tenggara.
Nasi sudah menjadi bagian penting dari beragam budaya kuliner. Namun, ada perjalanan panjang bagaimana makanan ini bisa mendunia berawal dari ribuan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Food NDTV (15/04/2026), sejarah mencatat bahwa budidaya padi dimulai sekitar 9.000 tahun lalu di wilayah Sungai Yangtze, China. Dari sana, beras menyebar ke berbagai wilayah Asia melalui jalur perdagangan, migrasi, serta pertanian.
Nasi sushi. Foto: iStock |
Kemampuannya tumbuh di lahan tergenang air, daya simpan yang baik, serta fleksibilitas dalam pengolahan membuat beras mudah diterima di berbagai lingkungan. Pada abad ke-7, beras mulai menyebar ke wilayah Persia hingga Eropa, di mana setiap budaya mengembangkan cara pengolahan yang khas.
Di India, beras tidak hanya menjadi makanan pokok, tetapi juga memiliki makna budaya dan spiritual. Beras digunakan dalam berbagai ritual penting, seperti upacara Annaprashana yang menandai pertama kalinya bayi mengonsumsi makanan padat.
Sementara di Indonesia, beras atau nasi sudah menjadi makanan pokok utama yang hadir sejak dulu dan sampai sekarang masih menjadi makanan yang wajib ada di meja makan, restoran bintang lima sampai kuliner kaki lima.
Tak hanya di Asia Tenggara, nasi menjadi makanan favorit di Jepang, nasi memiliki makna mendalam hingga kata 'gohan' digunakan untuk menyebut makanan secara umum. Hidangan seperti sushi menjadi simbol kuliner Jepang yang mendunia. Sementara di China, nasi goreng dikenal luas sebagai hidangan sederhana yang menyebar ke berbagai negara dengan variasi masing-masing.
Ilustrasi memasak nasi di rice cooker Foto: dok. Shutterstock |
Di Timur Tengah, khususnya Persia, nasi diolah dengan teknik yang lebih kompleks, menghasilkan hidangan seperti chelow dan polo dengan lapisan kerak renyah yang dikenal sebagai tahdig. Teknik ini kemudian memengaruhi masakan di wilayah Arab, termasuk hidangan seperti kabsa dan mandi.
Meski tidak sepopuler di Asia, tapi di Eropa nasi juga berkembang menjadi hidangan seperti risotto di Italia dan paella di Spanyol. Sementara itu, di Afrika Barat, nasi jollof menjadi sajian penting dalam berbagai acara sosial. Penyebaran beras ke Amerika oleh penjajah Spanyol pada abad ke-15 juga melahirkan berbagai hidangan khas seperti jambalaya dan kombinasi nasi dengan kacang hitam di Brasil dan Kuba.
Keberhasilan nasi sebagai makanan yang kini mendunia tidak lepas dari kemampuannya beradaptasi, nilai gizinya, serta perannya dalam budaya. Selain sebagai sumber energi utama, nasi juga melambangkan kemakmuran, kebersamaan, dan kehidupan di berbagai belahan dunia.
(sob/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN