7 Etiket Makan di Berbagai Negara Ini Sering Bikin Turis Salah Paham

7 Etiket Makan di Berbagai Negara Ini Sering Bikin Turis Salah Paham

Diah Afrilian - detikFood
Senin, 06 Apr 2026 19:00 WIB
7 Etiket Makan di Berbagai Negara Ini Sering Bikin Turis Salah Paham
Foto: Getty Images/golfcphoto
Jakarta -

Setiap negara dan budaya punya peraturannya masing-masing. Hal ini yang kerap bikin turis bingung. Perhatikan aturannya agar tak dianggap tidak sopan.

Saat menjelajah kuliner di luar negeri, banyak orang hanya fokus pada rasa dan keunikan makanan. Padahal, ada satu hal penting yang sering terlewat yaitu etiket makan.

Setiap negara memiliki aturan tersendiri yang kadang terasa tidak biasa bagi wisatawan. Hal-hal kecil yang tampak sepele bisa berdampak besar jika dilakukan di tempat yang salah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan tindakan yang biasanya normal di negara lain, belum tentu dianggap sopan untuk dilakukan di negara lainnya. Kesalahan kecil yang dilakukan bahkan bisa dianggap membawa harapan buruk.

Melansir AOL, berikut ini 7 etiket makan unik dari berbagai negara:

7 Etiket Makan di Berbagai Negara Ini Sering Bikin Turis Salah PahamDi Jepang ada larangan menancapkan sumpit ke atas nasi sebab serupa sepeti sajian saat pemakaman. Foto: Getty Images/golfcphoto

1. Jangan Menancapkan Sumpit pada Nasi di Jepang

Di Jepang, menancapkan sumpit secara tegak di dalam nasi dianggap sebagai hal yang tabu. Tindakan ini identik dengan ritual pemakaman sehingga bisa dianggap membawa kesan duka.

ADVERTISEMENT

Selain itu, memindahkan makanan dari sumpit ke sumpit juga dihindari karena memiliki makna serupa. Jika ingin memindahkan makanan, gunakan piring kecil sebagai perantara.

2. Cappucino Hanya Diminum Pagi Hari di Italia

Di Italia, cappuccino bukan minuman yang dikonsumsi sepanjang hari. Minuman ini biasanya hanya diminum saat sarapan.

Memesan cappuccino setelah makan siang atau malam sering dianggap aneh oleh warga lokal. Mereka lebih memilih espresso karena dianggap lebih ringan setelah makan besar.

3. Hindari Makan Langsung dengan Garpu di Thailand

Berbeda dengan kebiasaan di banyak negara, garpu di Thailand bukan alat makan utama. Garpu hanya digunakan untuk mendorong makanan ke sendok.

Sendoklah yang digunakan untuk menyuap makanan ke mulut. Menggunakan garpu langsung dianggap kurang sesuai dengan etiket makan setempat.

4. Tidak Boleh Menuang Minuman Sendiri di Korea Selatan

Budaya makan di Korea Selatan sangat menjunjung kebersamaan. Salah satu aturannya adalah tidak menuang minuman untuk diri sendiri.

Sebagai gantinya, seseorang diharapkan menuangkan minuman untuk orang lainnya di meja. Mereka pun akan melakukan hal yang sama untukmu sebagai bentuk saling menghormati.

5. Makan dengan Tangan Kanan di India

Di banyak wilayah India, makan dengan tangan kiri dianggap tidak sopan. Tangan kiri diasosiasikan dengan aktivitas yang kurang bersih.

Makan idealnya menggunakan tangan kanan, termasuk saat mengambil roti atau menyuap nasi. Aturan ini masih cukup ketat dijalankan di berbagai daerah.

7 Etiket Makan di Berbagai Negara Ini Sering Bikin Turis Salah PahamDi Perancis, ternyata penyajian roti tidak diletakkan di atas piring. Foto: Getty Images/golfcphoto

6. Jangan Simpan Roti di Piring Saat di Perancis

Di Prancis, roti seperti baguette tidak disajikan di atas piring. Roti biasanya diletakkan langsung di atas meja atau taplak.

Selain itu, posisi tangan juga diperhatikan. Tangan sebaiknya tetap terlihat di atas meja, bukan disembunyikan di pangkuan selama makan.

7. Dilarang Membalik Ikan Menurut Tradisi di China

Di beberapa wilayah China, membalik ikan saat makan dianggap membawa sial. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa tindakan tersebut melambangkan perahu yang terbalik.

Sebagai gantinya, banyak orang memilih mengambil daging ikan tanpa membaliknya. Bahkan, bagian bawah ikan sering dibiarkan tetap utuh.

Halaman 2 dari 2
(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads