Pendaki Everest Banyak yang Keracunan Makanan, Ternyata Modus Penipuan!

Pendaki Everest Banyak yang Keracunan Makanan, Ternyata Modus Penipuan!

Sonia Basoni - detikFood
Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB
Pendakian Mount Everest
Foto: Site News
Jakarta -

Setiap tahunnya ribuan orang mendaki Mount Everest. Namun siapa sangka ada praktik penipuan yang membuat banyak pendaki keracunan makanan demi keuntungan beberapa pihak. Begini kisahnya.

Kasus dugaan penipuan besar di industri wisata pendakian salah satu gunung tertinggi di dunia, yaitu Mount Everest, tengah menjadi sorotan.

Semuanya berawal setelah pihak otoritas Nepal mengungkap adanya praktik ilegal yang melibatkan pemandu pendakian, operator helikopter, hingga pihak rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari NYPost (03/04/2026), dalam investigasi terbaru, sebanyak 32 orang sudah didakwa atas tuduhan kejahatan terorganisasi dan penipuan. Kejadian ini ditaksir merugikan hingga sekitar 20 juta USD (Rp 340 miliar).

Menurut laporan penyelidikan, para pemandu di Mount Everest diduga mencampurkan soda kue ke dalam makanan wisatawan atau pendaki untuk memicu gangguan pencernaan serius.

ADVERTISEMENT
Pendakian Mount EverestPendakian Mount Everest Foto: Site News

Gejala yang muncul menyerupai diare atau keracunan makanan, sehingga membuat para pendaki merasa perlu mendapatkan penanganan darurat. Dalam kondisi tersebut, para pendaki yang kesakitan kemudian diarahkan untuk menyetujui evakuasi menggunakan helikopter dengan biaya tinggi.

Otoritas Nepal menyebutkan bahwa proses evakuasi tersebut kerap disertai dengan dokumen medis dan penerbangan yang dipalsukan.

Biaya evakuasi kemudian ditagihkan kepada perusahaan asuransi perjalanan internasional. Dana yang diperoleh secara ilegal itu diduga dibagi di antara berbagai pihak yang terlibat, termasuk agen perjalanan, operator helikopter, dan fasilitas kesehatan.

Penyelidikan kasus ini dimulai pada Januari lalu setelah enam eksekutif dari tiga perusahaan penyelamatan gunung di Mount Everest (rescue team) ditangkap.

Pendakian Mount EverestPendakian Mount Everest Foto: Site News

Salah satu perusahaan disebut memalsukan 171 dari total 1.248 klaim evakuasi, dengan nilai kerugian lebih dari 10 juta USD (Rp 170 miliar). Perusahaan lain diduga memalsukan puluhan klaim dengan nilai jutaan USD tambahan.

Juru bicara pengadilan setempat menyatakan bahwa kasus ini mendapat perhatian serius.

"Pengadilan memberikan prioritas tinggi terhadap kasus korupsi besar ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala unit kejahatan terorganisasi kepolisian Nepal, Manoj Kumar KC, menilai lemahnya penegakan hukum menjadi faktor utama maraknya praktik tersebut.

"Penipuan ini terus berlangsung karena kurangnya tindakan tegas dari pihak berwajib. Ketika tidak ada penindakan, kejahatan akan berkembang," katanya.

Biaya mendaki Gunung Everest memang tak murah, para pendaki atau wisatawan harus mengeluarkan uang rata-rata mencapai USD 45.000 hingga USD 70.000 atau sekitar Rp 700 juta hingga Rp1,1 miliar per orang untuk ekspedisi lengkap.

Biaya ini mencakup izin pendakian, jasa pemandu Sherpa, makanan selama mendaki, oksigen, serta logistik dasar.




(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads