Pesan Makan Jelang Waktu Tutup, Pelanggan Ini Kesal Dijuteki Pelayan

Pesan Makan Jelang Waktu Tutup, Pelanggan Ini Kesal Dijuteki Pelayan

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 31 Mar 2026 15:00 WIB
Pelayan kafe Ilustrasi.
Foto: iStock
Jakarta -

Seorang pelanggan keluhkan sikap pelayan di sebuah restoran yang dinilai jutek ketika pesan makanan menjelang waktu tutup. Keluhannya menuai pro dan kontra.

Perdebatan soal etika pelayanan di industri makanan dan minuman (F&B) tengah ramai dibahas setelah sebuah unggahan viral di Threads memicu pro dan kontra di kalangan netizen Malaysia.

Dikutip dari The Sun (30/3) unggahan tersebut menyoroti pengalaman seorang pelanggan yang merasa tidak nyaman dengan sikap pelayan saat melayani menjelang jam tutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam postingannya, pengguna Threads asal Malaysia @ninie.kamal mengaku kesal karena sikap pelayan F&B yang dinilai menunjukkan raut wajah kesal hingga membanting barang saat melayani pesanan.

ADVERTISEMENT
Pelayan kafe Ilustrasi.Pelayan kafe Ilustrasi. Foto: iStock

Ia menegaskan pesanan yang dilakukan sebelum pukul 21.30 seharusnya tetap dilayani dengan baik.

Bahkan, ia juga secara langsung menyindir pelayan tersebut agar berhenti bekerja jika merasa pekerjaan itu terlalu berat.

Unggahan ini dengan cepat viral dan memicu perdebatan luas. Banyak netizen ikut berkomentar, membahas siapa yang sebenarnya bersalah dalam situasi tersebut.

Sebagian netizen meminta agar pelanggan lebih memahami kondisi pekerja F&B yang kerap menghadapi tekanan kerja tinggi.

Pelayan kafe Ilustrasi.Pelayan kafe Ilustrasi. Foto: iStock

Salah satu pengguna menuliskan, "Kalau pelayan F&B bersikap seperti itu, coba tanya langsung baik-baik, 'kamu tidak apa-apa? sudah makan?' Mungkin mereka akan tersenyum."

Ada juga yang menambahkan, "Coba tanya dulu kenapa dia begitu. Bisa saja dia bekerja 12 jam tanpa istirahat."

Tak sedikit pula yang menyoroti beban kerja pegawai, terutama menjelang hari raya, di mana jam kerja bisa lebih panjang dari biasanya.

"Mungkin dia sudah bekerja seharian tanpa jeda. Saya juga pernah kerja retail, kadang karena lelah jadi tanpa sadar membanting barang," tulis netizen lain.

Namun, di sisi lain, ada pula yang menilai bahwa kondisi kerja tidak bisa dijadikan alasan untuk bersikap kasar kepada pelanggan.

"Yang salah tetap salah. Tidak bisa menunjukkan sikap buruk ke pelanggan. Itu bagian dari pekerjaan," tulis seorang pengguna.

Komentar lain juga menyebut, "Semua orang lelah, tapi bukan berarti bisa melampiaskannya ke pelanggan."

Selain itu, beberapa netizen menyoroti persoalan operasional, khususnya terkait jam tutup. Ada yang menjelaskan bahwa pukul 21.30 biasanya sudah masuk waktu penutupan pesanan, sehingga staf mulai bersiap untuk menutup layanan.

Hal ini bisa membuat situasi menjadi lebih tegang jika masih ada pesanan yang masuk di menit-menit akhir.

Tak hanya soal sikap staf, cara pelanggan menyampaikan keluhan juga ikut dikritik. Beberapa netizen menyayangkan tindakan mengunggah kejadian tersebut ke media sosial tanpa menyelesaikannya secara langsung.

"Lebih baik disampaikan langsung, bukan difoto diam-diam lalu diviralkan. Bisa berdampak ke pekerjaannya," tulis salah satu komentar.



(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads