Bisnis restoran mewah atau fine dining diancam krisis. Banyak pelanggan membatalkan reservasi gegara ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ketika situasi geopolitik memanas, dampaknya bisa terasa hingga ke meja makan para pelanggan elit. Apalagi setelah meletusnya perang antara Iran dan Amerika Serikat.
Dilansir dari Business Insider, (29/3/2026), sejumlah restoran berbintang Michelin di Singapura dilaporkan mengalami gelombang pembatalan reservasi. Alasan yang disampaikan oleh tamu adalah karena ketegangan geopolitik yang mengurungkan niat mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak restoran fine dining di Singapura melaporkan pembatalan reservasi massal yang dilakukan tamu. Foto: The Star |
Dalam dua minggu pertama Maret 2026, tingkat pemesanan di beberapa restoran ternama seperti Saint Pierre dan Shoukouwa turun drastis hingga 30β50 persen. Penurunan ini tidak hanya bersifat sementara. Disebutkan tidak ada tanda pemulihan yang signifikan dalam waktu dekat.
Banyak pelanggan restoran fine dining merupakan wisatawan asing yang harus transit melalui Timur Tengah, khususnya Dubai. Namun, akibat penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan, banyak dari mereka terjebak atau membatalkan perjalanan sepenuhnya.
Hal ini secara langsung berdampak pada tingkat kunjungan ke restoran premium di Singapura. Restoran lain seperti Les Amis di Singapura juga mengalami kondisi serupa.
Pihak manajemen memperkirakan bahwa situasi ini belum akan membaik dalam waktu dekat. Mereka melihat konflik yang masih berlangsung sebagai faktor utama yang menahan minat pelanggan untuk melakukan reservasi.
Fenomena ini dibenarkan beberapa restoran lainnya yang diungkap berawal dari isu geopolitik. Foto: The Star |
Namun, dampaknya tidak sepenuhnya negatif bagi semua pelaku industri. Beberapa restoran justru melihat peluang dari perubahan pola perjalanan wisata.
Sebagian ekspatriat dilaporkan mulai mengalihkan destinasi wisatanya dari Dubai atau kawasan Timur Tengah lainnya ke wilayah Asia. Restoran seperti Thevar dan Seroja melaporkan adanya peningkatan reservasi dari wisatawan regional, meskipun jumlah pelanggan lokal mengalami penurunan.
Krisis reservasi pelanggan lebih besar terasa pada restoran-restoran yang didominasi oleh tamu dari Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah. Selain itu, kebijakan pemerintah di beberapa negara yang menghimbau warga negaranya untuk lebih berhemat juga berdampak pada sektor kuliner dan wisata di negara lain.
Tak hanya di Singapura, krisis yang lebih besar terjadi di Timur Tengah. Beberapa operator restoran yang sebelumnya berekspansi ke Dubai dilaporkan mengalami penurunan bisnis hingga 80β90% akibat turunnya jumlah wisatawan.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN